GuidePedia

0
PALEMBANG (19/11) - Ratusan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan mendatangi kantor DPRD Sumsel, Selasa (18/11). Kedatangan salah satu ormas Islam tersebut untuk menyampaikan tuntutan menolak kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pada Senin (17/11) malam. Pengunjuk rasa disambut oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S. Matdiah; Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mgs. Syaiful Padli; dan Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Karta.
HTI Sumsel menilai kebijakan penaikan BBM oleh pemerintah sebagai tindakan kedzaliman dan mengkhianati amanah yang diberikan oleh rakyat. Mereka mendesak para anggota DPRD Sumsel untuk menyampaikan aspirasi ini ke tingkat pusat.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh juru bicara (jubir) HTI Pusat, M. Ismail Yusanto, dan Humas HTI Sumsel, Yusmono Khoiri, HTI menegaskan bahwa kebijakan yang tidak pro rakyat tidaklah pantas untuk terus didukung. Selain itu HTI juga menyerukan harus ada upaya sungguh-sungguh dari masyarakat untuk lahirnya rezim yang baik.
Syaiful dihadapan massa aksi menyatakan dukungannya atas penolakan ini. “Kami juga sebagai bagian dari rakyat merasakan dampak dari kebijakan ini,” serunya.
Selain itu, dia juga menyampaikan komitmen PKS terkait kenaikan harga BBM ini. “Kami tetap konsisten menolak kenaikan BBM, kami telah menyampaikan pernyataan kami ke tingkat pusat,” tegasnya.
Senin malam (17/11), Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM. Bensin premium yang semula seharga Rp 6.500,- naik menjadi Rp 8.500,- dan solar dari harga Rp 5.500,- menjadi Rp 7.500,-. Sontak kebijakan yang dianggap tidak populis ini mendapat berbagai tentangan dari masyarakat. Hal ini wajar karena kenaikan BBM kali ini di tengah turunnya harga minyak dunia. [kyur]
Sumber: Humas PKS Sumsel

Post a Comment

 
Top