GuidePedia

0

Jakarta (17/11) – Apa yang terjadi di Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI sekarang bukan yang pertama kali. Sebelumnya tahun 2004 juga terjadi hal yang sama ketika DPR terbelah menjadi Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan.
Indonesia konsern untuk menerapkan demokrasi, namun tentunya dengan sejumlah modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dan masa depan demokrasi di Indonesia akan berjalan dengan baik.
“Namun semuanya akan selesai dengan musyawarah dan mufakat. Karena kami semua bersaudara,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat bertemu dengan Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).
Karenanya Hidayat meyakinkan Dubes Anil Kumar bahwa persoalan DPR saat ini juga akan dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah mufakat.

Sementara itu Anil Kumar menyatakan, sebagai tetangga dekat, Singapura menginginkan kondisi politik dan ekonomi di Indonesia stabil. Karena jika terjadi kekisruhan, Singapura juga kena dampaknya.
Dalam kesempatan itu Anil menyampaikan sanggahannya atas anggapan yang beredar bahwa Singapura senantiasa mengambil keuntungan dari kekisruhan yang terjadi di Indonesia.
“Tidak benar anggapan itu. Singapura justru ingin situasi politik dan ekonomi di Indonesia stabil,” katanya.
Karenanya Anil berharap, permasalahan politik yang ada di Indonesia sekarang dapat segera diselesaikan sehingga pemerintah dan DPR dapat segera bekerja.
Lebih lanjut Anil menyampaikan apresiasi atas kemajuan demokrasi yang terjadi di Indonesia. Apa yang ada sekarang, menurutnya, lebih baik dibanding pada masa-masa sebelumnya.

Post a Comment

 
Top