GuidePedia

0

JAKARTA (13/11) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), menjadi salah satu narasumber dalam dialog nasional mengenai penerapan dan pengelolaan e-Government atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi-red) untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan pubik. Diskusi ini diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dialog Nasional 2014 dengan tema “Menjalin Kemitraan dan Implementasi e-Pemerintahan” berlangsung di Auditorium BPPT, Gedung 2, Lantai 3, Jl. M H Thamrin Nomor 8, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi (13/11). Pada kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan tema “Inovasi TIK Untuk Pelayanan Publik Berbasis Elektronik di Jawa Barat (Jawa Barat Cyber Province)."

Usai pemaparan terkait penerapan TIK yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya terus berkomitmen dalam menerapkan e-Government, seperti dari berbagai OPD yang ada telah menggunakan IT untuk pengganggaran atau e-Budgeting, serta proses tender atau e-Procurement proyek pemerintahan yang sudah dilakukan sejak 2009 lalu.

“Komitmen Jawa Barat terkait dengan kelembagaannya, regulasinya, dan implementasinya yang sudah cukup bagus. Dari berbagai OPD-OPD yang ada kita sudah menggunakan IT. Umpamanya dalam pengganggaran, semenjak awal kita sudah e-Budgeting, sehingga perencanannya kita sudah menggunakan IT, tidak manual. Kemudian tendering, juga sudah menggunakan IT bahkan kita paling lama. Kalau tempat yang lain baru dimulai 2012, sementara kita sudah mulai sejak 2009 yang lalu,” ungkap Gubernur.

Gubernur menambahkan dari beberapa penerapan TIK yang dilakukan Pemprov Jabar, seperti perencanaan anggaran atau e-Budgeting telah mendapatkan penghargaan tiga tahun berturut-turut. Bahkan penerapan IT untuk proses tender atau e-Procurement Jabar merupakan yang terbaik selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, Jawa Barat pun telah mendapat penghargaan atas prestasinya dalam Pemeringkatan e-Government terbaik selama tiga tahun berturut-turut.

Namun, Gubernur menyatakan dari berbagai penghargaan ini tidak lantas membuat Pemprov Jabar puas. Karena masih banyak achievement lain yang harus dicapai, serta harus dilakukan penyempurnaan terhadap e-Government yang telah diterapkan.

Dari e-Government yang dilakukan oleh Jawa Barat telah memberikan efisiensi serta dapat menghindari penyimpangan. Selain itu, Gubernur menyatakan hal ini pun dapat memberikan pengawasan serta penghematan yang lebih baik lagi. Seperti, pengadaan barang melalui proses e-Procurement yang dapat menghemat anggaran-tidak kurang-hingga Rp 300 milyar per tahun.

Jabar pun bertekad untuk terus mengembangkan TIK agar lebih baik lagi melalui penyempurnaan dan perencanaan program-program e-Government. Sehingga, nantinya seluruh penyelenggaraan pemerintahan-baik provinsi maupun kabupaten/kota - serta pelayanan publik di Jawa Barat dapat berbasis IT.

Selain Gubernur Jawa Barat, pada diskusi yang juga dihadiri Kepala BPPT, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, hadir pula sebagai narasumber Bupati Banyuwangi, Walikota Sabang, dan Sekda Kabupaten Malang yang menyampaikan materi seputer e-Government di wilayah dan pemerintahan daerahnya masing-masing.

Sumber Foto: http://jabarprov.go.id

Post a Comment

 
Top