GuidePedia

0
SEMARANG (20/11) - Anggota legislatif DPRD Kota Semarang Suharsono mengkritisi Pemerintah Kota Semarang yang mengfungsikan Simpang Lima tidak pada tempatnya. Menurutnya Simpang Lima saat ini justru sering digunakan untuk mencari keuntungan dibanding untuk memberikan ruang publik yang hijau dan nyaman.
Hal ini disampaikan Suharsono melalui akun Twitternya @harsonosmg baru-baru ini menanggapi kondisi Simpang Lima yang jauh dari ideal. Ia menyampaikan Simpang Lima harus dikembalikan kepada fungsi utamanya.
"Kembalikan fungsi simpanglima sebagai alun-alun saja, jangan untuk penambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Agar ikon kota atlas ini tetap terjaga nilai historis," ujar Suharsono.
Dia menjelaskan, selama ini Pemkot menjadikan Simpang Lima untuk mendapatkan PAD yang besar sehingga Simpang Lima dijadikan untuk kegiatan-kegiatan event yang mendatangkan keuntungan. Misalnya di sewakan untuk acara musik dan hiburan, acara partai dan acara-acara lain yang justru merusak keindahan kota.
"Alun-alun sebagai ruang publik untuk pertemuan rakyat bercakap, berdiskusi dan menikmati keindahan kota untuk itu harus dilestarikan," imbuh legislator Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pemilihan Kota Semarang 6 yang meliputi Kecamatan Mijen, Ngaliyan dan Tugu.
Sumber: PKS Kota Semarang

Post a Comment

 
Top