GuidePedia

0
JAKARTA (20/11) – Beragam isu yang beredar di masyarakat telah menutup informasi pembangunan di Jakarta. Salah satunya wacana pembangunan enam ruas jalan tol. Di satu sisi urusan perizinan sudah diselesaikan, di sisi lain secara kelembagaan sudah baik. Namun, muncul pertanyaan mengenai pembangunan tersebut, akan menjadi solusi kemacetan atau menambah masalah baru di Ibukota.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Selamat Nurdin, saat membuka acara Diskusi Publik dengan tema “Enam Ruas Jalan Tol dalam Kota, Solusi atau Masalah Baru Ibukota?”, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).
Di DPRD ini, lanjut pria yang akrab disapa Bang Didin tersebut, seharusnya ada banyak diskursus berupa gagasan-gagasan untuk pembangunan Jakarta, “Kita perlu mengkritisi NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak-red) yang tiba-tiba naik, MRT yang molor, BOP yang akan dihilangkan, sehingga nanti akan ada Kartu Jakarta Pintar di 2017 yang boleh jadi akan menjadi alat money politic di Pilkada 2017,” ungkap Didin yang juga menjabat Ketua DPW PKS DKI Jakarta.
Bang Didin mengatakan setelah Alat Kelengkapan Dewan terbentuk dan kelembagaan fraksi-fraksi sudah baik, harapannya akan muncul gagasan-gagasan yang bisa mengkritisi isu pembangunan yang ada di Jakarta. “Untuk itu Fraksi PKS Jakarta menggelar diskusi publik ini, agar masyarakat mengetahui bagaimana konsensi pembangunan enam ruas jalan tol ini terjadi, apakah solusi atau menambah masalah baru di Ibukota,” tegas Didin.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana. Ia menjelaskan meskipun perijinan awal dari DPRD, namun penentuan tarif jalan tol bukan DPRD yang menentukan. Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Bang Sani tersebut menyarankan untuk melakukan peninjauan kembali kebijakan tersebut. “Kita akan menghadapi hajatan besar, Asian Games 2018, yang ini akan membuat kacau lalu lintas Ibukota. Akan lebih baik Pemprov DKI membangun jalur sepeda dan pedestrian yang baik, ketimbang membangun enam ruas jalan tol untuk mobil,” tandasnya.
Acara diskusi dihadiri sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Selain Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Triwisaksana, hadir pula Direktur Utama PT Jakarta Toll Development, Frans Satyaki Sunito; Pemerhati Kebijakan Publik, Agus Pambagyo; dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik.
Di barisan para undangan terlihat pula Ketua Fraksi PDIP, Jhonny Simanjuntak; Anggota DPRD DKI Jakarta asal Fraksi Partai Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Nasional Demokrat; serta para aktivis LSM dan awak media, baik cetak maupun elektronik. 
Keterangan Foto: Ketua FPKS Jakarta, Selamat Nurdin, memberikan sambutan pada acara diskusi publik (20/11) 
Sumber: Humas PKS DKI Jakarta

Post a Comment

 
Top