GuidePedia

0

Samarinda (15/11) - Anggota DPR RI asal Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi, mengaku kecewa saat mendengar rencana peninjauan kembali proyek pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Kutai Barat (Kubar), Balikpapan, dan Penajam Paser Utara (PPU). Hadi menilai pemerintah pusat tidak memiliki alasan untuk menghentikan proyek akselerasi pembangunan tersebut.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, saat ini pemerintah pusat sedang mengalami kebingunan tentang arah pembangunan di Kaltim. Pasalnya, di satu sisi Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago, menyatakan akan meninjau kembali proyek pembangunan rel kereta api di Kaltim. Di sisi lain, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menerima investor Rusia untuk membicarakan pembangunan rel kereta api tersebut.
“Kami tidak sependapat rencana penghentian itu karena proyek rel kereta api merupakan percepatan pembangunan di Kaltim,” tuturnya, Sabtu (15/11). 
Ditegaskan mantan Kepala Sekolah SMP IT Cordova Samarinda ini, Kaltim memiliki alasan kuat pembangunan rel kereta api tidak boleh dihentikan. Selama ini, kendaraan dan alat berat yang mengeksplorasi dan mengangkut hasil sumber daya alam (SDA) Kaltim menggunakan jalur umum. Dampaknya, banyak jalan umum rusak dan mengganggu masyarakat.
“Batu bara yang dikeruk dari pedalaman, diangkut melewati jalan umum. Ini merusak karena jalan di Kaltim tidak didesain untuk dilewati alat berat. Harusnya jalan itu hanya boleh digunakan masyarakat umum,” tegasnya.  
Selain itu, Hadi mengatakan bahwa pembangunan rel kereta api itu tidak akan sia-sia. Rel kereta api juga akan digunakan untuk penumpang, seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur di daerah yang dilewati rel tersebut. Oleh karena itu, Hadi menentang keras pernyataan pihak lain, bahwa proyek tersebut tidak akan memberi manfaat besar bagi rakyat Kaltim.
“Kami sudah mengadakan kajian tersebut. Kita belum dapat kajian dari pusat. Silakan nanti kita adu kajian kita, mana yang lebih efektif,” ujarnya. 
Hadi mengatakan, anggota dewan wakil Kaltim di DPR RI tidak akan tinggal diam jika rencana penghentian tersebut benar-benar terjadi. Sementara ini dia menyebut pernyataan Andrinof Chaniago masih sebatas wacana yang belum tentu akan terjadi. Sehingga, Hadi meminta masyarakat Kaltim tetap optimis mengenai kelanjutan proyek tersebut. “Anggota DPR RI belum pernah bahas itu jadi kita tunggu saja,” pungkasnya. (hms-2)

Baca juga:

Perjuangkan Otsus Rakyat Kaltim Harus Bersatu

Post a Comment

 
Top