GuidePedia

0


Bandar Lampung (1/11)Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus lebih mengakomodasi perempuan dalam berpolitik. Demikian diungkapkan anggota Wanita Katolik DPD Lampung, Tora Maria, dalam focus group discussion (FGD) “PKS di Mata Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan Bidang Perempuan DPW PKS Lampung di Griya Liwet, Bandar Lampung (31/10).

 “Jadi, perempuan PKS jangan hanya berkiprah di urusan ketahanan keluarga saja,” saran Tora dalam diskusi yang dipandu Ketua Bidang Humas DPW PKS Lampung, Detti Febrina, ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Lampung, Linda Wuni, menjelaskan bahwa fokus pengelolaan Bidang Perempuan PKS memang lebih pada ketahanan keluarga dan anak.

“Ini didasarkan kesadaran bahwa ketahanan keluarga dan anak adalah aspek yang sangat penting dan tak bisa diabaikan. Sekalipun demikian dalam kepengurusan di struktur PKS, perempuan juga ada di bidang-bidang lain yang menangani politik, ekonomi kewirausahaan, seni budaya, atau humas seperti yang diketuai Bu Detti,” ujar Linda.

Partisipan lainnya yaitu Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Lampung, Kingkin Sutoto, lebih menyoroti perlunya PKS berhati-hati terhadap isu-isu yang sensitif bagi konstituen perempuan.

“Saya mengakui bahwa berdiskusi dengan perempuan PKS itu lebih nyambung karena mereka memang cerdas-cerdas,” ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung ini.

Namun sebagai perempuan, lanjut Kingkin, jika dimintakan pandangan secara umum tentang PKS, menurutnya elit PKS harus bekerja keras keluar dari citra korupsi dan poligami yang untuk pemilih perempuan notabene masih sulit diterima.

“Kita tentu tidak perlu perdebatkan poligami secara hukum agama maupun negara. Bagaimanapun kenyataannya pemilih perempuan di Indonesia tidak setuju dengan poligami. Perempuan itu kalau sudah merasa disakiti, awet. Sakitnya tuh di sini,” tambah Kingkin.

Kingkin juga menyoroti kurangnya sosialisasi tentang apa saja program-program riil yang sudah dilakukan perempuan PKS di masyarakat. Menjawab hal tersebut, Linda Wuni mengakui minimnya publikasi, seraya menambahkan bahwa untuk di Lampung saja PKS sudah memiliki 310 titik Pos Ekonomi Keluarga dengan jumlah sekitar 3100 anggota se-Lampung.

“Untuk advokasi masalah keluarga dan anak, kami juga menyediakan Rumah Keluarga Indonesia yang kini ada 20 titik di Lampung dan anggotanya berjumlah 400 orang,” ujar ibu tiga putra tersebut.

FGD serta survey “PKS di Mata Perempuan Indonesia” merupakan program nasional yang ditujukan untuk mengetahui potret PKS dari sudut pandang perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang dan profesi. Untuk di Lampung, FGD ini dihadiri akademisi, aktivis LSM perempuan, dan aktivis pergerakan muslimah.

Sumber: Humas Lampung 

Post a Comment

 
Top