GuidePedia

0
TANGERANG (21/11) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya membangun jalur pejalan kaki di wilayahnya. Setiap tahun Dinas PU Bina Marga terus konsisten menambah jalur pedestrian di kota tersebut. Seperti dalam anggaran tahun 2014, tercatat akan dibangun 800 meter jalur pedestrian dengan alokasi anggaran Rp 4 miliar.
Sementara itu, progres pembangunan pedestrian di Jalan Serpong baru mencapai 50 persen. Padahal di dalam kontrak, pembangunan sudah harus selesai Desember 2014. Hal itu terungkap dalam sidak pembangunan pedestrian yang dilakukan Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Kamis (20/11) di Jalan Serpong, Kota Tangerang.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Najib Hamas, menyayangkan molornya progres pembangunan pedestrian dari waktu yang ditentukan. Najib mendesak Pemkot Tangerang untuk mendorong pihak rekanan mempercepat pembangunan. “Pasalnya, waktu kerja tinggal satu bulan saja. Namun, pekerjaan baru mencapai 50 persen. Saya khawatir kalau tidak selesai tepat waktu, dana proyek itu dari APBD akan ditarik kembali ke provinsi. Kalau ditarik, tentu Pemkot Tangerang  yang rugi,” kata Najib.
Najib yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS tersebut menyampaikan pembangunan pedestrian di Jalan Serpong sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2014. Realitanya, kemajuan pekerjaan jauh dari harapan. “Padahal, sesuai kontrak bahwa 29 Desember 2014 pembangunan pedestrian itu harus sudah selesai,” ungkap Najib.
Selain mendorong percepatan pembangunan, Najib mengatakan bahwa pihaknya juga akan memperhatikan kualitas. “Jangan sampai terulang kembali kejadian seperti pembangunan pedestrian di lokasi Cijawa Kota Serang yang terkesan asal-asalan. Bahkan, sampai sekarang belum beres,” ujar Najib.
Jalur pedestrian merupakan salah satu elemen kelengkapan rencana pembangunan jalan. Salah satu syarat pembangunan jalur ini yaitu lebar jalur berasal dari penarikan ruas jalan selebar 20 persen.
Sumber: Humas Fraksi PKS Banten

Post a Comment

 
Top