GuidePedia

0
Yogyakarta (19/11) - Paguyuban becak wisata Daeragh Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan audiensi dengan DPRD DIY, Selasa (18/11) kemarin. Perwakilan paguyuban becak yang memiliki anggota 1500 ini menyampaikan keluhannya atas kurang pedulinya pemerintah provinsi DIY terhadap kebersihan kawasan pariwisata, termasuk diantaranya kawasan malioboro yang kini kian berkembang.
"Selama ini paguyuban becak wisata telah aktif berperan di dalam menunjang transportasi pariwisata DIY tapi masih minim dukungan pemerintah," kata pimpinan Paguyuban Becak Wisata DIY, Paimin, di kantor DPRD DIY, Selasa (18/11). Dia menambahkan, sebelumnya pemerintah sangat memperhatikan kebersihan kawasan malioboro, tetapi sekarang tidak lagi. Dia mengaku, banyak para wisatawan mengeluhkan hal ini.
Selain itu, Paimin juga menyampaikan tuntutan diantaranya pengakuan terhadap eksistensi paguyuban, kesejahteraan para pengayuh becak wisata dan dapat turut partisipasi di dalam kegiatan keistimewaan.
"Kami ingin paguyuban ini diakui dan dapat mengakses program pemerintah serta membutuhkan pelatihan-pelatihan agar masa tua kami memiliki keterampilan untuk bekerja," ujarnya.
Anggota DPRD DIY dari Fraksi PKS DIY, Huda Tri Yudiana yang menemui paguyuban becak wisata DIY ini merasa tersentuh dengan aspirasi yang disampaikan.
"Becak wisata merupakan ujung tombak pariwisata DIY yang harus di perhatikan, karena merekalah salah satu pahlawan pariwisata DIY," ungkap Huda.
Huda menyatakan turut mendukung bahkan siap memfasilitasi seluruh aspirasi dan tuntutan dari paguyuban becak wisata ini.
"Saya siap memperjuangkan dan memfasilitasi aspirasi ini bahkan siap menggunakan masa reses saya dalam waktu dekat bersama paguyuban becak wisata untuk mengupas lebih detil berbagai permasalahan yang dihadapinya," pungkasnya.
Sumber: Humas PKS DIY

Post a Comment

 
Top