GuidePedia

0
Gorontalo (4/11) – Menjelang pembahasan nota keuangan dan RAPBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2015, terungkap bahwa asumsi angka pertumbuhan ekonomi gorontalo pada tahun 2015 diatas 7 persen. Hal itu merupakan angka optimis, karena diatas target rata-rata nasional. Untuk mencapai itu perlu ada strategi yang memadai dari pemerintah Provinsi Gorontalo. Terlebih bila nanti pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubsidi yang dapat berdampak pada perlambatan ekonomi masyarakat. Hal ini dikatakan oleh anggota DPRD Provinsi Gorontalo Irwan Mamesah, Gorontalo, Selasa (4/11).
“Harus ada langkah strategis yang disusun oleh pemerintah. Saya mengusulkan untuk lebih serius menggarap sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat Gorontalo beraktifitas disektor pertanian dan menyumbang PDRB yang sangat besar bagi ekonomi daerah,”ujar anggota Komisi III yang membidangi perencanaan dan pembangunan itu.
Menurutnya, kelompok masyarakat yang bergerak disektor pertanian paling banyak dari kelompok di bidang lain. Bila sektor pertanian ini mendapatkan perhatian khusus, pasti akan berimbas signifikan pada peningkatan ekonomi rakyat secara makro.
Aleg PKS dari dapil Bone Bolango ini juga menegaskan, pemerintah dalam melakukan intervensi peningkatan produktifitas pertanian hendaknya dari semua sisi, hulu maupun hilir. Hulunya yakni, jelas Irwan, pada masa pra panen dengan optimalisasi penyaluran benih dan pupuk dan pada sisi hilir misalnya dengan memfasilitasi tersedianya pasar dan stabilitas harga komoditi pertanian.
Irwan mengakui, dirinya mengapresiasi rencana dinas pertanian untuk penangkaran benih oleh penangkar lokal. Selain sesuai dengan kondisi iklim dan cuaca, menurutnya, ini juga mengatasi keterlambatan penyaluran benih kepada petani.
"Yang jelas, bila urusan pertanian ini fokus dan serius, perekonomian di Gorontalo akan tetap stabil,” pungkas Irwan.
Sumber: PKS Gorontalo

Post a Comment

 
Top