GuidePedia

0
SOLO (7/12) – Anggota Komisi XI DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menentang dan menolak kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan berbagai harga, seperti sembako, transportasi, dan sebagainya. Penolakan tersebut ia sampaikan pada konferensi pers bersama jurnalis se-Kota Solo dalam rangka kunjungan kerjanya ke daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V, Ahad (7/12), di Hotel Pramesthi, Sukoharjo.
Tidak hanya kenaikan BBM, Kharis juga memberi catatan terhadap Empat 'Kartu Sakti' Presiden Joko Widodo (Jokowi). Empat Kartu yang dimaksud antara lain Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Sim Cardterkait pembayaran Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).
"Niat baik kalau prosesnya salah bisa menjadi masalah, karena sampai sekarang Komisi XI DPR RI belum tahu dari mana anggaran semua kartu tersebut diambil? seharusnya semua dibicarakan dengan DPR RI sebagai lembaga yang berwenang dalam hal ini,” tegas Kharis dalam acara reses yang juga dihadiri para konstituennya.
Setelah resmi dilantik sebagai wakil rakyat sejak 1 Oktober 2014, Abdul Kharis melakukan reses periode pertama ke dapilnya hingga 11 Januari 2015. Abdul Kharis memanfaatkan kesempatan reses untuk menemui konstituen yang telah mendukungnya pada Pemilu 2014. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan para konstituen hingga berhasil lolos ke senayan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen, baik tim sukses maupun orang-orang yang memberikan sumbangsih yang luar biasa pada saat pemilu kemarin sehingga saya bisa menjadi anggota DPR RI," ujarnya.
Lebih lanjut, Anggota Komisi XI DPR RI ini juga berjanji kepada konstituennya untuk bisa menjaring aspirasi dari Dapil V Jawa Tengah selama 24 jam setiap hari.
"Handphone saya selalu aktif 24 jam setiap hari. Apabila ada masyarakat yang akan memberikan aspirasinya kepada saya, saya siap dihubungi. Selain itu, saya juga akhir pekan selalu menyempatkan untuk berkantor di Solo. Agenda di DPR RI cuma Senin – Jumat. Keluarga saya di Solo, jadi saya setiap akhir pekan bisa ditemui di Solo," jelas Kharis.
Selain itu, agar bisa mengakomodasi aspirasi di daerah, Kharis memperkenalkan tim Kharis Center yang diketuai Muhammad Fajri. Dalam sambutannya, Fajri mengatakan bahwa ia akan membuka semua kran komunikasi agar aspirasi bisa tersampaikan.
"Walaupun sekarang menjadi anggota dewan, tidak ada yang berubah dengan Pak Kharis. Komunikasi selalu terbuka. Namun jika suatu saat ada halangan, Tim Kharis Center di daerah siap membantu dalam menjaring aspirasi sewaktu-waktu," kata Fajri. 
Abdul Kharis Almasyhari merupakan anggota Komisi XI DPR RI. Komisi tersebut memiliki wilayah kerja mencakup keuangan, perencanaan pembangunan, dan perbankan. Mitra kerja Komisi XI DPR RI antara lain Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), BPK RI, Bank Indonesia, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian BUMN.
Sumber: Humas PKS Solo

Post a Comment

 
Top