GuidePedia

0

Jakarta (11/12) - Anggota Komisi X DPR RI Surahman Hidayat memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian Jembrana, Bali, yang telah berperan aktif bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan razia gadget para siswa.

"Pihak Kepolisian di seluruh Indonesia, harus mencontoh jajaran Bimas Polres dan Polsek di Jembrana merazia ponsel milik pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jembrana," katanya, di Jakarta, Kamis (11/12).

Surahman menambahkan, untuk meredam maraknya seks bebas dan aksi penyebaran pornografi dikalangan pelajar, harus adanya sikap pro aktif dari pihak sekolah dan kepolisian untuk melakukan pembinaan kepada pelajar.

Menurutnya, apa yang dilakukan pihak Kepolisian Jembrana, merupakan tindakan yang tepat, dalam rangka meredam perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

"Pihak Sekolah jangan terlalu longgar memberikan kebebasan kepada pelajar dalam menggunakan ponsel dan laptop, perlu ada pengarahan yang tepat, supaya tidak terjadi penyalahgunaan teknologi," ujarnya.

Surahman melanjutkan, perilaku menyimpang di kalangan pelajar saat ini cukup mengkhawatirkan. Dari hasil survey Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), lanjut Surahman, sekitar 46 persen remaja berusia 15-19 tahun di Indonesia sudah melakukan seks bebas pra nikah.

"Jumlah remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah mengalami tren peningkatan. Data tahun 2013, 64 juta remaja yang rentan seks bebas," ungkap legislator PKS dari dapil Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar ini.

Sebelumnya, pihak kepolisian Jembrana melakukan razia ponsel dan laptop di seluruh kabupaten Jembrana, Senin (8/12). Dalam razia yang berlangsung sejak pukul 07.00 Wita tersebut, kepolisian menyasar gadget milik para pelajar. Dari hasil razia di SMAN 2 Negara, ditemukan gambar animasi tak senonoh milik satu di antara siswa dari kelas X.

Post a Comment

 
Top