GuidePedia

0
WONOGIRI (30/11) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menerima penghargaan peringkat pertama Lomba Penanaman Satu Miliar Pohon Tingkat Nasional 2013. Peringkat kedua dan ketiga juga Kategori Gubernur diraih Gatot Pujo Nugroho  (Sumatera Utara) dan Muhammad Ridho Ficardo (Lampung). Penghargaan tersebut menjadi prestasi ke-171 Aher selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar).
Penghargaan berupa tropi dan piagam diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Hari Menanam Pohon Nasional (HMPN) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2014 di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (29/11).
Untuk Kategori Bupati, penghargaan serupa diraih oleh masing-masing Bupati Minahasa Selatan, Deli Serdang, dan Cilacap. Sedangkan untuk Kategori Walikota didapat oleh Walikota Lokseumawe, Jakarta Timur, dan Tangerang Selatan. Khusus Lomba Wana Lestari 2014 dimenangkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kesempatan itu, Jabar pun memperoleh penghargaan Kategori Perorangan, atas nama M. Zanzibar, Peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) atas keberhasilannya melakukan rekayasa genetika pohon jati, sehingga masa panen 20 tahun diperpendek menjadi delapan tahun.
Selain itu di kategori lainnya, penghargaan diberikan kepada Direktur Utama Garuda, Rektor UNS, dan Kepala SMK Negeri 1 Gorontalo. Khusus penghargaan ini, tanda apresiasi disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.
Usai menerima penghargaan, Aher mengungkapkan bahwa Jabar menerima penghargaan tertinggi Program Penanaman Satu Miliar Pohon karena berhasil merealisasikan lebih banyak pohon dibandingkan provinsi lain, yakni 120 juta pohon sepanjang 2013.
Khusus 2014, menurut Aher, Jabar menargetkan penanaman pohon sebanyak 180 juta batang. Jumlah ini sesuai dengan target pemerintah pusat mencanangkan seorang warga menanam minimal lima pohon.
Kepala Dinas Kehutanan Jabar Budi Susatijo menjelaskan pihaknya optimis mampu memenuhi target penanaman pohon. Hingga akhir Oktober 2014, jumlah pohon yang ditanam telah mencapai 33 juta. Realisasi ini, katanya, dipengaruhi karena pada musim kemarau penanaman tidak digelar.
"Kami optimis mampu penuhi target. Penanaman besar-besaran akan dilakukan sepanjang musim hujan akhir tahun ini hingga awal tahun depan," ungkap Budi.
Pada saat menyampaikan sambutan di hadapan sekitar dua ribu warga dan berbagai elemen pecinta lingkungan, Presiden Jokowi menegaskan agar Program Penanaman Satu Miliar Pohon benar-benar dilaksanakan secara efektif. 
"Jangan sampai cuma seremonial. Kalau menanam sejuta pohon katakan sejuta. Bila cuma 10 ribu ya katakan 10 ribu. Jadi tidak penting upacaranya. Seharusnya, kalau sekarang hadir dua ribu orang ya langsung buat lubang dan tanam sejumlah warga yang hadir," papar Jokowi.
Menegaskan urgensi optimalisasi program penghijauan, Jokowi menyatakan semua waduk di Indonesia sekarang mengalami pendangkalan akut. Waduk Gajah Mungkur di Jawa Tengah, misalnya, mendapat guyuran endapan enam juta meter kubik per tahun. Jokowi menegaskan proses pendangkalan waduk akan terus terjadi sepanjang hutan di hulu sungai kritis.
"Tentu sayang sekali mengeluarkan ratusan miliar setiap tahun untuk pengerukan waduk. Lebih baik anggarannya kita pakai untuk penanaman pohon. Harus lebih gencar agar dalam beberapa tahun lahan kritis kita dapat dihijaukan," tambah Presiden.
Pada kesempatan yang sama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan jumlah lahan kritis Indonesia mencapai 30 juta hektar pada 2006. Berkat program penanaman pohon secara simultan setiap tahun, lahan kritis kini berkurang menjadi 24 juta hektar.

Post a Comment

 
Top