GuidePedia

0

PADANG (2/12) – 200 orang loper koran dari berbagai media cetak di Sumatera Barat (Sumbar) menerima bantuan dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan. Penyerahan bantuan dilakukan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan disaksikan langsung Gubernur Sumbar di Istana Gubernuran, Kota Padang pada Selasa (2/12). Selain bantuan kepada loper koran, BPJS Ketenagakerjaan juga menyumbangkan satu unit ambulance kepada RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memberikan apresiasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu pemberian keamanan dan kenyamanan kerja bagi para loper koran di Sumbar, terutama Kota Padang. Irwan menyatakan BPJS Ketenagakerjaan merupakan institusi yang memiliki prospektif besar karena menebar kebermanfaatan bagi masyarakat.
“BPJS Ketenagakerjaan ini bukanlah institusi yang abal-abal, tidak akan pernah bangkrut, tidak akan pernah lari, karena disini BPJS ketenagakerjaan bekerja dengan prinsip melayani sepenuh hati. Dengan adanya program BPJS Ketenagakerjaan ini membuat kenyamanan kerja bagi seluruh pekerja yang ada di Indonesia pada umumnya, serta Sumatera Barat khususnya,” ujar Irwan saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G. Masassya menjelaskan para penerima BPJS Ketenagakerjaan akan dibayarkan iuran Jaminan Keselamatan Kerja dan Jaminan Kematian selama enam bulan. Elvyn juga menambahkan alasan pemilihan loper koran sebagai penerima bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan karena belum pernah mendapatkan program jaminan sosial.
“Alasan kenapa kita memilih loper koran karena pekerjaan menjadi loper koran bukanlah pekerjaan yang formal dan belum mendapatkan jaminan ketenagakerjaan sebelumnya. Dengan pemberian BPJS Ketenagakerjaan ini, diharapkan dapat membantu para pekerja non-formal yang ada di Sumatera Barat maupun daerah lainnya,” kata Elvyn.  
Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja, bertujuan menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap berbagai resiko sosial ekonomi. Program ini juga merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya, akibat terjadinya berbagai resiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau, baik oleh pengusaha maupun para pekerja.
Resiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh Program Jaminan Sosial mencakup peristiwa kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua, dan meninggal dunia. Resiko-resiko tersebut dianggap mengakibatkan penghasilan tenaga kerja terhambat atau terputus. Di samping itu, sebagai persiapan munculnya resiko yang membutuhkan perawatan medis, BPJS menggunakan mekanisme Asuransi Sosial.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan juga menyaksikan langsung penandatanganan kerjasama antara Kanwil Sumbar-Riau dengan Direktur Utama RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi.
Sumber: Humas Sumatera Barat

Post a Comment

 
Top