GuidePedia

0

CIANJUR (29/12) – Dakwah merupakan perjalanan yang panjang. Bisa jadi usia seseorang tidak cukup untuk mencapai cita-cita dakwah. Oleh karena itu, seorang pendakwah (dai atau daiah) perlu mengondisikan keluarganya dengan nyaman untuk mengurangi kesulitan perjalanan dakwahnya. Demikian kata Rohaniwan, Khozin saat membuka tausiyah singkat acara Silaturahim Akbar PKS Kabupaten Bandung Barat (KBB), di Taman Bunga Nusantara Cianjur, Jawa Barat, pada Ahad (28/12).

“Kalau kita lihat pembebasan Konstantinopel, itu dicanangkan sejak masa Rasulullah, baru 700 tahun kemudian terlaksana. Kita juga mencanangkan cita-cita besar yang luar biasa, tapi cita-cita itu belum terwujud sampai sekarang ini, belum terwujud secara nyata,” kata pria yang akrab disapa Ustad Khozin itu.

Oleh karena itu, lanjut Ustad Khozin, seorang pendakwah harus menjamin kenyamanan dan memberikan perhatian terbaik kepada keluarga. Hal ini disebabkan perhatian kepada keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perwujudan cita-cita dakwah. 

“Upaya dakwah kita di luar rumah dengan di dalam rumah tidak boleh ada perbedaan. Keikhlasan kita dalam mengemban tugas di luar rumah dengan keikhlasan kita mengemban tugas di dalam rumah, itu sesuatu yang tidak dapat dipisahkan,” pesannya.

Silaturahim Akbar bersama keluarga merupakan salah satu agenda rutin struktur maupun kader DPD PKS KBB. Selain Ustad Khozin, hadir pula Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, Ma’mur Hasanudin; Ketua Fraksi PKS DPRD KBB, Didik Agus; serta Ketua DPD PKS KBB, Aeb Nurdin. Tidak hanya agenda konsolidasi, kegiatan tersebut juga menjadi acara rekreasi bagi anak-anak kader.  Seperti perlombaan balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan pembagian doorprize

Sumber: PKS Kabupaten Bandung Barat

Post a Comment

 
Top