GuidePedia

0
Palembang (21/12) - Keluarga menjadi perhatian yang sangat serius bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak terkecuali Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Selatan. PKS menganggap keluarga adalah aset paling berharga bagi bangsa dan negara serta umat.
Untuk itu, DPW PKS Sumsel melalui Bidang Perempuan (Bidpuan) menggelar Training For Trainer (TFT) Konselor Keluarga (21/12). Acara yang diadakan di Aula DPW PKS Sumsel tersebut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing DPD PKS se-Sumsel.
Ketua Bidpuan DPW PKS Sumsel, Fanin Nurlita Nainggolan dalam sambutannya menyampaikan di hadapan sekitar 50 peserta bahwa acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkokoh keluarga kader PKS secara khusus dan masyarakat secara umum. Maka dari itu, peserta TFT tersebut mewakili DPD masing-masing agar konselor keluarga tersebar di seluruh pelosok daerah di Sumsel,” kata Fanin yang juga mewakili Ketua DPW PKS Sumsel
Penulis buku tentang keluarga muslim sekaligus trainer dan konselor Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Cahyadi Takariawan (Pak Cah), diminta secara khusus untuk menjadi narasumber. Dalam pemaparannya, Pak Cah menjelaskan bahwa konseling itu hanya proses. Sehingga, konselor hanya bertugas membantu.
"Seorang konselor itu hanya bertugas sebagai fasilitator, membantu, bukan menyelesaikan masalah," papar pria yang berdomisili di Yogyakarta ini.
Pak Cah menambahkan yang bisa menyelesaikan masalah itu adalah orang yang bersangkutan itu sendiri. “Jadi untuk berubah atau menyelesaikan masalah sangat bergantung dari kemauan klien, apakah dia mau selesai dan berubah atau tidak,” tutupnya.
Keterangan Foto:
Cahyadi Takariawan (Pak Cah) memberikan konseling dalam TFT Konselor Keluarga, Ahad (21/12).
Sumber: Humas PKS Sumatera Selatan

Post a Comment

 
Top