GuidePedia

0
CIREBON (8/12) – West Java Cultural Performing Arts and Film Festival, Gotrasawala 2014, memiliki peran penting dalam menghadirkan seni dan budaya sebagai keindahan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Demikian kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada acara penutupan rangkaian perhelatan akademik dan budaya Jawa Barat, Sabtu (6/12) di Radiant Art Center, Jalan Raya Cirebon – Kuningan KM 2.
“Gotrasawala ini event paling panjang sekaligus paling lengkap. Ada musiknya, ada teaternya, tari-tariannya, bahkan sekarang lebih luar biasa, ada festival film etnografinya,” ungkap Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher.
Bagi Aher, beragam warna-warni seni dan budaya yang dipadukan dengan harmonis dalam satu perhelatan akbar seperti Gotrasawala, merupakan prestasi tersendiri bagi Jawa Barat. Untuk itu Aher berharap, Gotrasawala dapat terus dihadirkan setiap tahun.
“Insha Allah, selanjutnya akan terus hadir. Bahkan lebih besar lagi, lebih dioptimalkan lagi. Sehingga, dunia internasional lebih tertarik untuk mengunjungi Gotrasawala,” ujar Aher.
Dalam acara penutupan Gotrasawala 2014 diumumkan Best Etnographic Film yang berhasil diraih oleh Siji, film etnografi karya sutradara Diah Paramitha. Film tersebut mengekspos Tari Topeng Panji khas Cirebon. Siji berhasil merebut hadiah utama uang tunai sebesar 50 juta rupiah setelah mengungguli ke-7 film etnografi lainnya, yaitu Pamor, Pisang Goreng, Karat (Karinding Attack), Takmat, Pabrik Dodol, Anak Pinggiran Klenteng, dan Aleh Sumarno, yang masing-masing mendapatkan 15 juta rupiah.
Keterangan Foto:
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Wagub Deddy Mizwar memberikan Penghargaan 'Best Ethnographic Film' kepada Sutradara Film Siji, Diah Paramitha.
Sumber: PKS Jawa Barat

Post a Comment

 
Top