GuidePedia

0
JAKARTA (5/12) – Sudah waktunya PKS membumikan partai dakwah dengan payung Bhinneka Tunggal Ika, sehingga masyarakat mau bergabung dengan partai ini. Demikian disampaikan Peneliti LIPI, Siti Zuhro saat disambangi jajaran pengurus Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (5/12) di rumahnya, Jalan Haji Sa’abun No.5, Jati Padang, Jakarta Selatan.
Zuhro menjelaskan PKS perlu memperluas jaringan guna mengangkat ‘status’, tidak sekedar partai menengah. Untuk melampaui 10-15 persen suara, PKS harus mau berjejaring dengan semua kalangan. “Partai ini perlu membuktikan diri sebagai partai dakwah yang mampu merefleksikan aspirasi dan menaruh simpati untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Namun bila dilihat dari segi kaderisasi, Siti Zuhro mengakui PKS memiliki sistem kaderisasi terbaik dibandingkan partai lain. “Harus diakui kalau di antara partai lain, PKS paling bagus dalam hal kaderisasi. Ini yang harus diteruskan oleh PKS, terus memperluas perekrutan kader-kader. Berdakwah itu merangkul, namanya juga amar ma’ruf,” kata Dosen Universitas Indonesia itu.
Silaturrahim bersama Siti Zuhro merupakan salah satu agenda Bidang Perempuan (Bidpuan) DPP PKS dalam rangka menyambut Hari Ibu. Kegiatan dilakukan selama tanggal 1-22 Desember 2014 dengan mengunjungi para tokoh perempuan nasional. Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga merupakan sarana mengetahui persepsi serta menghimpun masukan kaum perempuan terhadap PKS. Sehingga, PKS dapat terus berbenah dan menjadi partai pilihan perempuan Indonesia.
Sebelum perbincangan usai, Siti Zuhro sempat mengemukakan pendapatnya mengenai kebutuhan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. “Untuk merespon MEA, Indonesia perlu meningkatkan kualitas SDM. Kita akan sulit bersaing kalau bodoh, karena baik barang maupun orang/jasa akan banyak hilir mudik. Saya senang partai mau merespon hal ini. Partisipasi partai dalam mendukung peningkatan kualitas SDM cukup besar, terutama dimulai dari SDM para kadernya,” ujar Zuhro.
Peningkatan SDM, kata Zuhro, juga berkaitan dengan kualitas perempuan dalam berpolitik. “Partisipasi perempuan dalam politik itu terbukti sangat besar pengaruhnya. Nah, perempuan-perempuan yang masuk arena politik perlu memperkuat pemahaman substansi. Tidak bisa sekedar punya jaringan di dalam, kemudian ikut berkiprah sebagai legislator. Kembali lagi, ketika Indonesia butuh reformasi partai politik, maka harus ada peningkatan kualitas SDM-nya, termasuk dan terutama kaum perempuan,” pungkasnya.

Post a Comment

 
Top