GuidePedia

0

 
PALEMBANG (11/1) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menuturkan venue olahraga di Palembang memiliki keunikan, yaitu pelaksanaan beberapa cabang olahraga berada dalam satu kawasan. Hal tersebut disampaikan Aher saat berkunjung ke beberapa venue yang digunakan pada gelaran PON dan Asian Games di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/1).

Menurut Aher, keunikan tersebut membuat venue olahraga di Palembang berbeda dengan tempat lain, seperti Kalimantan Timur dan Riau, yang memiliki venue olahraga terpisah, tidak dalam satu kawasan.

“Sedangkan kalau membandingkannya dengan venue PON di Jabar, kami berharap meskipun venue olahraga yang akan dipakai nanti dalam ajang PON XIX Jabar terpisah-pisah, tetapi kami Insya Allah bisa menghadirkan tempat atau venue PON yang baik dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional mendatang,” ucap Aher yang berkunjung ke venue cabor (cabang olahraga) atletik, panahan, softball, dayung, sky air, swimming pool, menembak, dinning hall, dan wisma atlet, yang keseluruhannya berada di dalam satu kawasan seluas 300 hektar.

Kunjungi Warga Jawa Barat di Sumatera Selatan

Selain berkunjung ke beberapa venue PON Sumsel, Gubernur Aher juga menyempatkan diri untuk bertemu warga Jawa Barat (Jabar) yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di Kota Palembang. Acara silaturahim tersebut dihadiri sekitar 30 orang warga Sunda Sumsel dan diisi tanya jawab serta berbagi cerita pengalaman mereka selama tinggal di perantauan.

Menurut Pupuhu atau Ketua Paguyuban Warga Sunda Sumatera Selatan (PASSS), Permana, warga Sunda yang tinggal di Provinsi Sumsel sekitar 40 ribu orang dan tersebar di berbagai kawasan.

“Sedangkan yang terdata oleh paguyuban ini atau yang telah bergabung dalam anggota paguyuban di Kota Palembang sendiri ada sekitar 8 ribu orang. Sisanya tersebar di daerah atau kawasan Sumsel lainnya,” kata Permana.

Dengan memegang prinsip Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, para perantau Sunda merekatkan barisan untuk menjaga silaturahim selama tinggal di perantauan. Salah satu kegiatan konkrit paguyuban ini ialah arisan rutin anggota paguyuban setiap bulan sekali.

“Kami juga mengadakan kegiatan baksos (bakti sosial) untuk warga Palembang khususnya, dan warga Sumsel pada umumnya. Bahkan ada beberapa warga Sunda yang bekerja sebagai PNS atau membantu pemerintahan di Ibukota Palembang ini,” ujar Permana.

Mengetahui kabar tersebut, Gubernur Aher merasa senang dan bangga dengan keberadaan paguyuban serta kontribusi masyarakat Jabar di Sumsel. Gubernur pun berharap pada semua warga Sunda yang ada di Sumsel untuk tetap menjaga budaya, tata krama, dan sopan santun dengan baik, serta menyatu dengan masyarakat setempat guna membangun Sumsel bersama-sama. “Betul-betul menjadi solusi, bukan menjadi masalah di Sumsel ini," pesannya.

Gubernur Aher juga berharap budaya Jawa Barat bisa masuk ke Sumsel, begitu juga budaya Sumsel dapat dipahami oleh warga Jabar yang ada di provinsi tersebut. Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan ada pertukaran budaya.
"Di Sumsel ada Pagelaran Malam Parahyangan dan di Jabar ada Malam Sriwijaya yang menggelar seni budayanya masing-masing, serta tidak menutup kemungkinan ada Pagelaran Wayang Golek semalam suntuk di Sumsel ini,” ujar Aher.
 

Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat

Post a Comment