GuidePedia

0

KabarPKS.com - Bogor (17/1) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan, sangat berhubungan erat dengan kesejahteraan petani. Hal ini diungkapnya sebelum membuka secara resmi musyawarah nasional (Munas) Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) di Bogor, Jumat (16/01) malam.
“Ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan adanya hasil tani yang melimpah, sedangkan hasil tani yang melimpah merupakan wujud dari para petani yang bertahan, dan petani dapat bertahan ketika petani dapat sejahtera," papar pria yang akrab disapa Aher ini.
Untuk itu, Aher mengatakan, peran PPNSI sangat penting sebagai wadah pemberdayaan petani dan nelayan, yang sudah semestinya didorong dan didukung oleh pemerintah. Sebab menurut Aher, memperhatikan petani dan nelayan berarti menyelesaikan permasalahan 40% masyarakat Indonesia, dan membantu menanggulangi 80% wajah kemiskinan di Indonesia.
Aher juga berharap para pengambil kebijakan dapat focus untuk berpihak kepada pertanian dan nelayan, tidak hanya berorientasi untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk kesejahteraan para petani dan nelayan.
“Subsidi harus diperbesar, perhatian harus diperbesar, kepentingan-kepentingan petani dan nelayan juga harus selalu tersedia, sehingga ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani dan nelayan dapat terwujud," ungkap gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Aher berpesan, agar PPNSI dapat terus bekerjasama dengan organisasi-organisasi sejenis lainnya, dan terus mengawal serta memberdayakan para petani dan nelayan, agar efektif mengelola lahannya.
Munas yang mengusung tema “Pengarusutamaan Pertanian dan Kelautan-Perikanan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan” ini berlangsung hingga tanggal 18 Januari 2015 mendatang.
Turut dihadir Anggota DPR RI Komisi IV, Walikota Bogor, Kepala Bakorwil 2 Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan.
Sumber: Humas Pemprov Jabar

Post a Comment

 
Top