GuidePedia

0


Kota Bekasi (23/1) - Untuk mengurangi terjadinya tindak kekerasan terhadap ibu dan anak di Kota Bekasi, keberadaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bekasi memiliki peranan yang sangat penting, karena itu diharapkan pengurus P2TP2A yang baru dapat membangun komunikasi yang intens, guna mendukung kegiatan pemerintah daerah khususnya penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak maupun anak jalana. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu dalam sambutannya usai melantik kepengurusan P2TP2A periode 2014-2017, di Balai Patriot, Kota Bekasi, kamis (22/01).
P2TP2A Kota Bekasi berjumlah 40 orang dengan melibatkan beberapa komponen yang berasal dari berbagai instansi di pemerintahan dan kantor kementerian Agama. "Diharapkan dapat bekerja dengan baik dan serius sehingga dapat mengurangi resiko-resiko kekerasan yang terjadi serta solusi untuk memecahkan berbagai masalah," tutur Syaikhu.
Sampai saat ini menurut data yang dimiliki BP3AKB, lanjut Syaikhu, tercatat kekerasan terhadap anak mencapai 115 kasus dan kekerasan terhadap perempuan sebanyak 161 kasus. "Ini sangat miris dengan banyaknya kasus kekerasan karena dampak buruknya sangat banyak terutama bagi anak-anak dan ini tugas kita bersama dalam upaya meminimalisir kasus-kasus kekerasan," terang Wakil Walikota yang juga kader PKS ini.
Menurut Wakil Ketua DPW PKS Jabar ini, keberadaan kaum perempuan dan anak dengan segala kelemahannya perlu menjadi perhatian, intervensi, dan fasilitasi secara khusus.
“Dengan dilantiknya para pengurus P2TP2A Kota Bekasi, maka diharapkan lembaga ini menjadi salah satu sarana untuk dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap upaya pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak serta secara aktif mengurangi bahkan menghapus kekerasan pada anak dan perempuan," pungkasnya.
Sumber: www.bekasikota.go.id

Post a Comment

 
Top