GuidePedia

0



KAB. BANDUNG (23/1) – Pembangunan kolam retensi guna menghadapi bencana banjir segera direalisasikan tahun 2015. Sebelumnya, hal ini pernah diwacanakan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) saat meninjau banjir di Kabupaten Bandung bersama Presiden RI Joko Widodo, akhir tahun 2014.
Hal ini diungkapkan Aher saat acara penyerahan bantuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perbankan kepada masyarakat korban banjir di Kantor Desa Dayeuhkolot, Kamis  (22/1). Aher menambahkan untuk pembebasan lahan di Cieunteung seluas  lima hektar, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp150 miliar. Sedangkan untuk ganti rugi, pemerintah akan menerapkan sistem putus dan ganti untung, yaitu penetapan harga lahan dan bangunan sesuai pasaran.
“Proses yang kita lakukan itu adalah proses normal. Jadi harga rumahnya dibeli normal, kemudian harga lahannya dibeli normal. Sehingga ketika mendapat uang, uangnya juga normal mencukupi. Bayar lepas. Nah, kalau ketika dibayar lepas seperti ini masyarakat juga setuju, masyarakat juga mau. Sehingga, saat mereka mencari kawasan atau lahan baru untuk perumahan, uangnya pun cukup. Ini bukan pembebasan biasa, ini pembebasan normal. Doakan mudah-mudahan tahun ini seluruh pembebasan lima hektar tanahnya selesai,” terang Aher.
Aher menegaskan jika pembebasan lahan selesai tahun 2015, maka di akhir tahun bisa dilakukan pendalaman dan perluasan kolam. Sehingga, kolam retensi dapat menampung debit air yang cukup banyak. Sedangkan untuk pembenahan bagian pinggir kolam bisa dianggarkan tahun 2016.
”Kalau ini selesai, berarti di akhir tahun ini sudah bisa dilakukan pengerukan atau didalamkan dan diluaskan. Sehingga, nanti bisa menampung air dalam ukuran cukup banyak. Tapi mungkin nanti pinggirannya diselesaikan di anggaran tahun 2016. Jadi nanti bisa mancingnya itu di tahun 2016 kira-kira, kan pinggirannya bisa diberesin-kan. Tapi minimal dibebaskan-gali di tahun 2015 ini,” tambah Aher.
Acara penyerahan bantuan korban banjir oleh OJK dan Perbankan juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Yerry Yanuar. Sedangkan dari pihak OJK diwakili oleh Dewan Komisioner Ilya Avianti.
Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp625,5 juta beserta bantuan peralatan sekolah anti banjir, Al Quran, dan Iqro. Bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana masyarakat pasca banjir tersebut berasal dari dana CSR beberapa bank, antara lain BJB , Mandiri, BRI, dan BTN.
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat

Post a Comment

 
Top