GuidePedia

0

 
JAKARTA (10/1) - Rencana Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mendatangkan tenaga ahli luar negeri untuk membantu tenaga ahli nasional dalam penyusunan soal UN (Ujian Nasional) mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi X DPR RI, Surahman Hidayat.

Surahman memandang selama ini yang menjadi permasalahan krusial UN adalah teknis pengadaan lembar soal, kualitas, dan distribusi ke seluruh sekolah di pelosok Indonesia. Kalaupun ada masalah di soal, hanya pada ketidaktelitian penyusun soal UN.

"Para pakar domestik atau nasional tetap diutamakan. Dengan meminta mereka mengedepankan responsibility serta ketakwaan, yang mengasal penajaman talenta," kata Surahman saat dikonfirmasi perihal rencana Mendikbud di Jakarta, Sabtu (10/1).

Surahman melanjutkan di samping perlunya mengevaluasi tim ahli dalam negeri, Pemerintah juga perlu untuk terus memaksimalkan program peningkatan kemampuan para pendidik dalam proses mengajar.
“Kemampuan tenaga pengajar menjadi faktor yang penting, dalam mendorong para pelajar untuk menguasai soal-soal UN," ungkap Surahman yang juga menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Mengundang tenaga ahli luar negeri, ujar Surahman, sama halnya dengan tidak mempercayai kualitas tenaga ahli lokal. Padahal mereka adalah orang-orang pilihan yang memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam bidangnya.

"Lebih baik kita berikan kepercayaan kepada tenaga ahli lokal untuk terus meningkatkan profesionalisme kerjanya. Agar kesalahan, misalnya seperti urutan soal, tidak terulang lagi pada soal UN di masa yang akan datang," tutup politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Post a Comment

 
Top