GuidePedia

0

 


Semarang (11/1) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah mengapresiasi rencana gubernur H Ganjar Pranowo yang mencanangkan program Jateng Tanpa Lubang. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Hadi Santoso, yang menilai kebijakan tersebut adalah langkah besar dan cerdas sebagai kebijakan stimulus Fiskal Jateng.

Menurut Hadi, kebijakan Jateng Tanpa Lubang adalah menyikapi persoalan infrastuktur jalan di Jateng yang selama ini banyak lubang dan dikeluhkan berbagai kalangan. Sehingga jika benar dieksekusi, program ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi di Jateng. “Tentu kebijakan ini (Jateng tanpa lubang-red) akan membantu mendorong kegairahan ekonomi Jateng, “ tandas Hadi, Ahad (11/1/2015).

Namun demikian, dikatakan Hadi, rencana ini bukan tanpa hambatan, sebab dari 2.565.621 KM jalan propinsi, tercatat baru 2.230.038 KM dalam kondisi baik, artinya masih ada 13,08% atau sepanjang 335,583 KM masih perlu mendapatkan perhatian.

“Jumlah yang tidak pendek jika melihat sumber daya dari Dinas Bina Marga baik itu jumlah pegawai serta sarana yg tersedia sangat terbatas. Dari 9 balai pelaksana teknis (BPT) yg ada kesemuanya tidak ada yg lebih 500 orang pegawai perbalai,” jelas Aleg DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan (DP) IV Jateng ini.

Untuk mencapai target awal tahun tanpa lubang, imbuh Hadi, ada tiga tantangan dinas bina marga yang harus dipecahkan. “Pertama soal jumlah pegawai untuk memeriksa, mencatat sampai melakukab penutupan lobang, kedua terkait bahan baku, karena posisi diawal tahun maka perlu percepatan pengadaan aspal, pasir dan bahan lainnya, stock bahan baku sisa dibalai jumlahnya terbatas, sedang lelang baru akan ada pemenang paling cepat maret,” jelasnya.

Yang ketiga, kata Hadi, adalah kondisi cuacana yg cukup ekstrim, hujan dan genangan air merupakan tantangan tersendiri bagi perawatan jalan.

Selain itu, Hadi menyarankan beberapa opsi untuk kesuksesan rencana Gubernur kali ini, yakni gotong royong untuk jalan tanpa lubang yang perlu digiatkan untuk kesuksesan gerakan ini.

“Keterlibatan masyarakat untuk mengidentifikasi dan bertanggung jawab di ruas jalan tertentu sangat penting, kemudian wacana pelibatan SMK Bangunan untuk menarik untuk dicoba meskipun ini juga memerlukan koordinasi matang terkait munculnya sisi edukasi dan pengabdian bagi siswa, selain juga jumlah smk bangunan yg terbatas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini meminta untuk mengoptimalisasi website bina marga pada program Lapor Gub di http://binamarga.jatengprov.go.id.

Website tersebut, kata Hadi bisa sangat membantu, siapa saja dimana saja bisa ikut bergotong royong dengan memberitahu kondisi jalan disekitar masyarakat, yang penting ada indikasi awal untuk di tindak lanjuti petugas dari balai.

“Pada tahun 2015 ada 132 paket pekerjaan perbaikan jalan, dengan anggaran 2,071 Triltun tentu akan memberi harapan jalan baik. Tapi jika tidak dimanagemeni dengan baik maka kesan dimana – mana macet karena ada perbaikan jalan bisa saja muncul. Kalau ini terjadi alih - alaih image jalan mulus, yang muncul justru macet dimana yang lebih dominan,” pungkasnya.

Post a Comment