GuidePedia

0

 
Samarinda (20/1) - Badan Kehormatan (BK) DPRD Kalimata Timur (Kaltim) direncanakan pekan depan akan menyusun kode etik dan tata cara beracara anggota DPRD Kaltim. Hal itu digelar pasca kunjungan BK DPRD Kaltim ke BK Jawa Timur (Jatim) beberapa hari lalu. Dari hasil kunjungan tersebut, beberapa diantaranya akan diadopsi di Kaltim.

Ketua BK DPRD Kaltim Ali Hamdi menjelaskan, DPRD Kaltim telah memiliki kode etik dan tata cara beracara. Namun kode etik tersebut sudah lama sehingga perlu direvisi kembali sehingga belum bisa diterapkan pada periode anggota dewan yang baru ini.

“Misalnya memperkuat aturan merokok dan absensi, karena ini yang menjadi keluhan anggota dewan lainnya yang tidak merokok,” kata legislator PKS ini, Ahad (18/1) lalu.

Diterangkan hasil kunjungan kerja BK DPRD Kaltim ke Jatim, ada forum BK se-Jatim yang berfungsi mensosialisasikan aturan-aturan dan forum diskusi BK bila ada kasus di daerah. Hal ini dinilai sangat menarik karena bisa membantu kinerja dewan dan pemerintah. Terutama soal kasus-kasus anggota dewan di kabupaten-kota.

“Nanti di forum itulah didiskusikan persoalan-persoalan rekan-rekan dewan daerah dan solusinya,” ujarnya.

Di BK DPRD Jatim, masih kata Ali, digunakan sistem ofensive atau menerapkan aturan dan kode etik tidak menunggu laporan dari anggota atau masyarakat. Melainkan anggota BK Jatim akan selalu memberikan laporan absensi ke fraksi masing-masing hampir setiap bulan. Tujuannya agar menjadi catatan bagi anggota fraksi yang kurang aktif dalam rapat-rapat resmi yang diadakan oleh dewan atau dengan mitra kerja dewan.

“Laporan itu akan menjadi evaluasi masing-masing fraksi untuk menindak anggotanya yang melanggar kode etik," pungkas politisi PKS ini.
 

Sumber: pkskaltim.org

Post a Comment

 
Top