GuidePedia

0

 
JAKARTA (9/1) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berencana memperluas daerah larangan sepeda motor melintas di jalan protokol mendapat penolakan dari Komisi B DPRD DKI Jakarta. Hal ini disampaikan saat anggota dewan menerima Front Transportasi Jakarta (Frontjak) di Ruang Rapat Komisi B DKI Jakarta, Kamis (8/1).

Dalam pertemuan bersama gabungan pengendara sepeda motor dan tukang ojeg itu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Darussalam mengatakan bahwa saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang melarang sepeda motor melintas di jalan protokol. Komisi B juga telah memanggil Dinas Perhubungan terkait pelarangan ini.

“Akhir Desember 2014 kemarin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah kami panggil dan jawaban yang kami terima belum memuaskan,” jelas Darussalam saat menemui sejumlah perwakilan massa aksi dari Frontjak.

Sementara itu, penolakan juga disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Achmad Zairofi seusai memimpin rapat kerja dengan PT Transjakarta, Jumat (9/1) di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Politisi PKS asal daerah pemilihan Jakarta Pusat ini menyampaikan pelarangan melintas tersebut perlu dievaluasi lagi. Terutama berkaitan dengan implikasinya kepada masyarakat secara ekonomi dan produktivitas. Menurut Zairofi hal itu belum terevaluasi dengan baik karena Pemprov DKI baru saja disibukkan dengan pergantian jabatan.

“Jadi kebijakan pelarangan ini dan rencana memperluasnya kami nilai terlalu terburu-buru, belum diperlukan, karena masih banyak yang harus dievaluasi,” tegasnya.

DPRD, lanjut Zairofi, juga memahami keluhan masyarakat dan tuntutannya, karena Pemprov sendiri belum memberikan solusi yang paripurna terhadap problematika transportasi di Jakarta.

“Istilahnya menyelesaikan masalah dengan menambah masalah yang lain, dan saat ini kami tidak setuju dengan pembatasan larangan tersebut,” tutup Zairofi.

Keterangan Foto:
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Achmad Zairofi memimpin rapat bersama Dinas Perhubungan dan Mitra Komisi lainnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).

Post a Comment