GuidePedia

0
SIDOARJO (19/1) - Maraknya tempat hiburan di Sidoarjo yang menyalahi aturan karena menyediakan miras beralkohol tinggi dan wanita penghibur, membuat anggota Komisi A DPRD Sidoarjo angkat bicara.

Komisi A meminta kepada Sat Pol PP Kabupaten Sidoarjo selaku penegak perda, untuk melakukan penertiban tempat hiburan karaoke kelurga dan resto yang dinilai melanggar aturan.

‪Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo H Kusman mengatakan selama ini ijin yang diberikan hanya restoran dan rumah karaoke. Dalam ijin P2R yang ditandatangani Bupati Sidoarjo, khususnya Poin 4 disebutkan dilarang menyediakan miras dan wanita penghibur.

"Kenyataannya, sebagian besar rumah karaoke di Sidoarjo menyediakan minuman beralkohol dan wanita penghibur. Ini jelas sudah menyalahi aturan yang ada," tandasnya.‬

‪Kusman menambahkan, Komisi A meminta agar dinas terkait menindak rumah karaoke yang melanggar aturan. "Harusnya, tanpa disorot dewan, pihak terkait sudah menertibkan rumah karaoke yang melanggar aturan," papar politisi PKS itu.‬

Kusman menceritakan, baru-baru ini, Komisi A menggelar hearing soal tempat hiburan. Yakni terkait rencana pembukaan rumah karaoke di Perum Kahuripan Nirwana Village (KNV), yang dihadiri BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) Kabupaten Sidoarjo dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo.‬

"Karena diprotes warga, Komisi A meminta manajemen X2 menunda pembukaan rumah karaoke di kawasan perumahan korban lumpur tersebut," jelas Kusman.

‪Anggota Komisi A Warih Andono juga senada dengan Kusman. Harusnya BPPT tidak memperpanjang ijin rumah karaoke, baik ijin P2R maupun HO. Karena tempat karaoke itu menyediakan miras dan wanita penghibur.

‪Warih juga menandaskan sudah melakukan investigasi ke tempat-tempat karaoke yang ada di Sidoarjo. Di tempat karaoke itu, ada semacam ruangan tempat berkumpulnya wanita penghibur yang siap mendampingi tamu masuk bernyanyi.

Ada tempat karaoke yang disitu tidak ada wanita yang stand by di lokasi. Namun pihak manajemen, melalui waitress maupun kasir, bisa memanggilkan wanita berapapun jumlahnya yang diminta tamu.

"Sangat jelas sekali, apa yang ada di tempat-tempat karaoke, miras dan wanita-wanita, sudah menyalahi aturan dan harus segera ditertibkan. Komisi A berharap tidak ada perpanjangan dalam ijinnya, karena aturannya dilanggar," pinta pria yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo itu.


Post a Comment

 
Top