GuidePedia

0


BANDA ACEH (21/1) – Kualitas jalan di Kota Banda Aceh semakin menurun. Hal itu terlihat dari kondisi jalan sudah banyak yang rusak dan berlubang di hampir semua kecamatan Ibukota Banda Aceh. Demikian kata Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, Selasa (20/1).
“Misalnya jalan lingkungan yang banyak rusak dan berlubang bisa dilihat di Jalan Lhoong Raya, Mibo, Lamlagang, Batoh, Neusu, Ulee Kareng, Lingke, dan di kawasan Darussalam. Khusus di kawasan Darussalam ini bahkan sering dikeluhkan oleh warga setempat yang merasa kurang perhatian dari pemerintah. Sehingga muncul kesan mereka bukan warga Kota Banda Aceh,” ujar Irwansyah kepada pewarta di Banda Aceh.
Berkaitan dengan hal tersebut, Irwansyah meminta Pemko (Pemerintah Kota) Banda Aceh dan Dinas Pekerjaan Umum untuk tidak membiarkan kondisi jalan rusak. Persoalan ini bisa berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat Kota Banda Aceh. Irwansyah berharap agar perbaikan jalan menjadi program prioritas dan segera ditindaklanjuti pada awal tahun 2015.
“Kepala Dinas PU yang baru dilantik harus menjadikan program perbaikan jalan ini sebagai target utama yang harus dituntaskan, tentu di samping target lainnya, seperti perbaikan drainase-drainase yang juga banyak rusak, bahkan tersumbat di sekitaran Kota Banda Aceh,” jelas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRK Banda Aceh itu.
Disamping jalan kota, lanjut Irwansyah, Pemko Banda Aceh juga harus memperhatikan kondisi jalan provinsi dan nasional yang rusak di wilayahnya. PU Kota Banda Aceh diharapkan membangun koordinasi dengan PU Provinsi untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak di Ibukota Banda Aceh.
“Tapi tentu peran Pemko Banda Aceh harus tetap di depan, karena kerusakan itu terjadi dalam wilayah Kota Banda Aceh. Sehingga, yang merasakan gangguan dan ketidaknyamanan juga warga Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Selain membangun koordinasi dengan PU provinsi dan nasional, Irwansyah mengusulkan agar Pemko Banda Aceh juga proaktif membangun koordinasi dengan para Keuchik agar bisa mendapatkan data akurat terkait kerusakan jalan di setiapgampoeng.
“Dinas PU kita harapkan juga untuk turun langsung ke lapangan, mengecek titik mana saja yang sudah mulai rusak dan harus diperbaiki, serta membangun koordinasi dengan para keuchikuntuk mendapatkan data, termasuk dengan anggota DPRK yang juga banyak menerima keluhan warga tentang kerusakan jalan di lingkungan mereka,” tambahnya.
Apalagi, lanjut Irwansyah, dalam APBK Banda Aceh Tahun 2015, dana untuk pemeliharaan dan perawatan jalan dialokasikan cukup besar, yaitu Rp7,7 milyar, baik untuk kegiatan rutin maupun paket yang sudah ditetapkan.
“Angka 7 milyar lebih ini harus bisa memastikan semua jalan di lingkungan warga yang mengalami rusak sedang hingga berat, untuk diperbaiki dan dirawat,” pesannya.
Irwansyah juga mengingatkan bahwa sebanyak apapun prestasi yang didapat oleh Pemko Banda Aceh tidak akan bernilai apapun, jika masyarakat merasa tidak nyaman untuk tinggal di kotanya.
“Apapun gedung kita rancang dan kita bangun, secantik apapun monumen kita dirikan dan sebanyak apapun pretasi dalam hal kinerja aparatur pemerintah yang sudah didapat, akan terasa hambar dan kurang nilainya di masyarakat, jika hal-hal infrastruktur mendasar dan penting bagi warga tidak mendapatkan perhatian,” pungkasnya.
Sumber: Humas PKS Aceh

Post a Comment

 
Top