GuidePedia

0
PALEMBANG (10/1) - Persatuan Umat Islam (PUI) menggelar Muktamar XIII tanggal 9-11 Januari 2015 di Asrama Haji Palembang. Acara dengan tema "Menuju Indonesia Unggul Mandiri dan Bermanfaat” dibuka oleh Ketua Majelis Syuro PUI yang juga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Muktamar yang dihadiri sekitar 600 orang perwakilan anggota PUI seluruh Indonesia tersebut beragenda inti pemilihan Ketua Umum PUI Pusat periode 2015-2020. Sebelumnya, Ketua Umum PUI Pusat dijabat oleh KH Nurhasan Zaidi, kemudian ditetapkan KH Nazar Haris sebagai Ketua Umum PUI 2015-2020.

Ketua Umum PUI periode 2010-2015, Nurhasan Zaidi mengatakan kiprah kader PUI untuk bangsa dan negara bisa dilihat dari perjuangan KH Abdul Halim, KH Ahmad Sanusi, dan Mr. Syamsudin.

"Ketiganya pendiri republik ini karena turut andil dalam pembentukan bangsa ini menjadi negara. KH Abdul Halim adalah pendiri dan anggota Majelis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi). Azis Halim dan KH Zaenal Abidin pernah menjadi Anggota DPR RI dari PPP. Zaky Siradj menjadi Anggota DPR RI (2014-2019) dari Golkar. KH Anwar Saleh menjadi Anggota DPR RI dari PBB. Karna Sobahi menjabat Wakil Bupati Majalengka dari PDIP. Sedangkan Ahmad Heryawan mengemban amanah sebagai Gubernur Jawa Barat," paparnya. 

Regenerasi dan pengembangan dakwah, lanjut Nurhasan, adalah bukti progresivitas organisasi berbasis massa Islam tertua ini untuk terus berjalan.

"Bahwa basis kader PUI sedang menancapkan pondasinya di Bumi Sriwijaya. Sebuah sulaman kembali yang di awal kemunculan PUI telah banyak menyebar di Bumi Nusantara," katanya.

Nurhasan menyebutkan prioritas PUI kedepan adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) muslim yang unggul.

"Dalam Al Quran sendiri menegaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaik. PUI masih fokus pada penguatan konsep ideologi sekaligus mengaktualisasikannya agar mampu dipahami oleh masyarakat bangsa. Agenda besar, kedepan secara simultan PUI akan terus melakukan aktualisasi doktrinnya yang lebih implementatif sesuai zaman, PUI dinamis dengan berbagai tantangan dakwah," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Syuro PUI yang juga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan PUI bukan partai politik melainkan organisasi masyarakat. Meski demikian, PUI tidak buta politik.

"Jadi, pada akhirnya proses kaderisasi dalam tubuh PUI mampu melahirkan pemimpin publik-negara. Proses kaderisasi PUI yang semakin modern bahkan telah mentransformasi PUI dari sekedar organisasi yang bisa menghadirkan kader yang mampu memimpin ormas, menjadi organisasi yang menghadirkan kader yang mampu memimpin negara," ungkapnya. 

Aher menambahkan PUI bukan organisasi yang baru, tetapi sudah berdiri sejak tahun 1911 di Majalengka dan tahun 1915 di Sukabumi. Saat itu, kata Aher, ada dua PUI yaitu Persatuan Umat Islam dan Perserikatan Umat Islam.

“Dua ormas ini bergabung menjadi Persatuan Umat Islam. Alhamdulillah PUI sudah berkembang masuk kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, Kawasan Lampung, DKI Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, dan sekarang sudah memiliki pengurus wilayah di 20 provinsi,” ujar Aher.

Sumber: Humas  Pemprov  Jabar  

Post a Comment

 
Top