GuidePedia

0


BANDUNG (22/1) - Walau sudah mengalami penurunan, dampak kenaikan harga BBM masih mempengaruhi beberapa bahan pokok. Untuk mengatasi hal tersebut, terutama bahan pokok utama seperti beras, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan operasi pasar. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) usai sidak di Pasar Kosambi, Kamis (22/01).
Menurut Aher, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pedagang, lonjakan harga terjadi sejak isu kenaikan harga BBM. Harga bahan pokok naik kembali ketika kenaikan harga BBM diumumkan secara resmi. Akan tetapi, saat harga BBM turun, pedagang tidak serta merta menurunkan harga, terutama barang dari produsen besar.
"Ada situasi ketika BBM naik, baru isu saja, barang- barang sudah naik. Saat BBM naik, kembali naik. Tetapi ketika BBM turun secara umum (harga), pada bertahan, terutama produsen besar. Kalau yang kecil- kecil sangat terpengaruh supply dan demandseperti cabai," ujar Aher.
Berdasarkan pantauan Aher bersama jajaran Pemprov Jabar, terdapat salah satu bahan pokok yang belum mengalami penurunan, yaitu beras. Harga beras ditingkat eceran berada di kisaran Rp8.000-11.000 per kilogram. Oleh karena itu, pada minggu ketiga Bulan Januari 2015 Aher menjanjikan operasi pasar di berbagai tempat guna menekan harga beras.
"Beras masih tinggi atau ada kenaikan. Insya Allah masih bisa kita tekan. Insya Allah untuk beras ada operasi pasar. Karena beras ini tidak elastis sebab semua orang butuh beras. Beda dengan komoditas lain. Bahwa cabai itu naik turun tapi kan tidak menentukan kehidupan. Karena tidak ada kelaparan kalau cabai mahal. Insya Allah kita akan kondisikan dengan Bulog segera ada operasi pasar di beberapa pasar," tambah Aher.
Rencana operasi pasar diputuskan setelah Aher mendengarkan info langsung dari pedagang. Para pedagang mengatakan jika operasi pasar (OP) bisa menurunkan harga.
"Tadi ada keterusterangan luar biasa. Katanya, ‘ngagejlig harga upami aya operasi pasar’. Harga akan turun ngajleng," ujar Aher mengutip perkataan seorang pedagang beras.
Sedangkan untuk komoditas cabai, lanjut Aher, walau mengalami penurunan tetapi akan tetap dikontrol agar tidak turun drastis hingga merugikan petani cabai. Aher mengatakan bahwa harga cabai di kisaran Rp30.000 per kilogram saat ini sudah pas.
“Cabai kelihatannya sudah turun. Bahkan turunnya kita rem jangan sampai kebablasan karena kasihan petani kalau harga terlalu rendah. Sekarang di tingkat eceran harga cabai di kisaran 30 ribu per kg. Saya kira ini sudah cukup, pas. Untuk petani juga sudah ada untungnya, kemudian proses dari petani sampai kesini (pasar) ada margin-margin keuntungan dari tiap- tiap prosesnya,” tutur Aher.
Selain Gubernur Aher, sidak Pemprov Jabar juga dihadiri oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan Ferry Sofwan Arif, Kadis Peternakan Dody Firman Nugraha, dan Kakanwil BI Jabar Rosmaya Hadi. Berdasarkan sidak tersebut, berikut beberapa harga yang terpantau di tingkat pengecer.
  • Cabai Merah            30.000/Kg
  • Cabai Keriting          40.000/Kg
  • Cabai Tanjung          60.000/Kg
  • Telur                      23.000-25.000/Kg
  • Bawang Merah         18.000/Kg
  • Bawang Putih           22.000/Kg
  • Daging Sapi            100.000-120.000/Kg
  • Daging Kambing      120.000/Kg
  • Daging Ayam            32.000/Kg
  • Ikan Mas                  28.000-30.000/Kg

Post a Comment

 
Top