GuidePedia

0
KabarPKS.com - Kelapa Dua (26/1) - Pendidikan Seks yang diterima anak-anak hanya boleh diberikan oleh orang tuanya. Tidak bisa diwakili orang lain, meski guru agama sekalipun.

Hal itu disampaikan oleh Nur Hasanah dalam acara seminar ‘Nyaman Bicara Sex dengan Anak’ yang diselenggarakan Bidang Perempuan Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelapa Dua hari Ahad (24/1) di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten .

“Orang tua jangan merasa tabu berbicara masalah seks pada anaknya. Karena faktanya anak-anak yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenal seks cenderung telah ‘mempraktekannya’,” katanya.

Lalu bagaimana dan kapan waktu yang tepat bagi orang tua bicara seks pada anaknya? Pemilik konselor Selaras itu mengatakan sejak anak lahir. Dengan memperkenalkan tubuh mereka, jenis kelamin dan bagaimana mereka harus berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.

“Selanjutnya ketika anak mulai bisa berbicara, 2-4 tahun. Mereka akan bertanya tentang tubuh mereka. Jawablah dengan jujur dan singkat, tunda jika orang tua belum bisa menjawab dan segera beri jawaban. Ini akan melatih anak untuk jujur dan lebih terbuka dimasa mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, psikolog tersebut menngatakan, ketika anak mulai memasuki sekolah dasar orang tua harus menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. Saat menginjak usia remaja dan pubertas, anak diberi pemahaman tentang bahwa perasaan terhadap lawan jenis itu normal dan bagaimana seharusnya aturan yang ada dalam Islam. Pada usia tersebut anak juga harus mengetahui sistem reproduksi, hubungan seksual, kesuburan, bentuk-bentuk lain dari prilaku penyimpangan sexsual dan penyakit menular akibat penyimpangan seksual.

“Pendidikan ini tentunya harus berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah. Orang tua harus lebih sensitif terhadap perkembangan anaknya dan juga menjaga dirinya agar tidak menjadi model 'pornoaksi' untuk anaknya sendiri.” tutur dosen STIT Islamic Village tersebut.

Kegiatan yang dihadiri kebanyakan kader perempuan PKS ini ditutup dengan membuat kerajinan tangan dan kreatifitas dari barang-barang bekas. (Humas PKS Kelapa Dua)

Post a Comment

 
Top