GuidePedia

0


Kota Bekasi (27/1) - Pemerintah Kota Bekasi menggelar rapat koordinasi penanganan bencana 2015, di ruang rapat Wakil Walikota Bekasi, Senin, (26/1). Rapat ini untuk mempersiapkan segala kebutuhan dan pengkoordinasian komunikasi penanganan bencana sepanjang tahun 2015 antar instansi yang akan dikomandoi BPBD Kota Bekasi.
Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan, dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi dibeberapa wilayah Kota Bekasi, komunikasi perlu ditinggkatkan. Menurutnya, Kota Bekasi termasuk wilayah yang rawan bencana seperti banjir dan kebakaran.

Dia mengungkapkan, pada bencana banjir di Kota Bekasi tahun 2013 dan 2014, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum terbentuk dan penanganan bencana masih belum terkomunikasikan saat terjadi bencana. 

"Dan mulai dari sekarang kita harus mempersiapkan. Bencana sewaktu-waktu bisa terjadi dan intensitas hujan di kota Bekasi belum sampai puncaknya. Kita ingin membangun komunikasi antar skpd dengan baik untuk bersama menanggulangi bencana," kata Ahmad Syaikhu.

Wakil Walikota yang juga kader PKS ini menambahkan, perlu dilakukan apel siaga bencana yang menghadirkan para relawan yang ada di setiap instansi. Kesbangpol yang membawahi tagana dan relawan dari instansi lain seperti bidang kesehatan dan kebersihan.

"Apel ini agar para relawan juga mengetahui BPBD sebagai komando bencana sekaran ini telah terbentuk dan menggerakan kita semua menanggulangi bencana," ucap Shmad Syaikhu.

Kemudian lanjut dia, kepada Dinas Binamarga dan tata air menginventarisir 88 pompa yang masih berfungsi dan mana saja yang butuh perbaikan. Selain itu, inventarisir sejumlah perahu karet yang ada dan dapur umum.

"Didata perahu karet yang ada di Dinas Sosial, Kesbangpol, Disbimarta. BPBD perlu tau krberadaan perahu karet dan koordinasikan kebutuhan perahu karet kepada wilayah yang membutuhkan," kata Wakil Ketua DPW PKS Jawa Barat ini.

Sementara untuk kesiapan dari segi kesehatan akan ditempatkan ambulan di wilayah yang berpotensi mengalami banjir. Stok logistik obat dan lainnya juga disiapkan.

"Minimal ada satu buah ambulan yang disiapkan dan dekat dengan wilayah tersebut. Bila belum disiapkan tarik satu ambukan dari puskesmas yang punya dua ambulan. Tentunya ambulan yang layak jalan," ujarnya.

Selain itu, ia pun mengintruksikan kepada BPBD Kota Bekasi yang dikepalai Heri Ismiradi agar berkoordinas dengan BPBD provinsi dan BNPB pusat terkait bantuan penanggulangan bencana yang akan diberikan kepada Kota Bekasi. "Hal itu supaya dikoordinasikan untuk membantu kita. Saya juga akan sounding ke sana," tegasnya.

Usai rapat, Syaikhu mengajak sejumlah pejabat yang hadir untuk bersama meninjau kantin PKK yang rencananya akan menjadi posko siaga. Akan tetapi dari hasil peninjauan, posko-posko perlu diperbaiki sehingga bisa menempatkan sejumlah logistik dan perahu karet.

"Sementara ini kita lihat dulu lokasi lainnya. Yang lebih strategis dan baik untuk menjadi posko. Kantin ini butuh beberapa perbaikan," pungkasnya.
Berdasarkan catatan Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, pada 2014 jumlah titik banjir di kota Bekasi ada 49 titik. Sejumlah upaya pemerintah mengungi jumlah titik banjir demgan melakukan perbaikan saluran, pembuatan polder-polder air di sejumlah wilayah yang rawan banjir dan penguatan tanggul hingga normalisasi kali dan saluran.
Turut hadir dalam rapat tersebut, instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Benana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Dinas Sosial, Dinas Binamarga dan Tata Air, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran dan bagian organisasi dan bagian umum Setda Kota Bekasi.
Sumber: bekasikota.go.id

Post a Comment

 
Top