GuidePedia

0


Padang (23/1) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan pembangunan tanaman pangan dan hortikultura di Balai Benih Induk (BBI) Lubuk Minturun, Kamis (22/1). Kegiatan ini terkait percepatan swasembada pangan dari program yang ada di Menteri Pertanian (Mentan).
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komandan Korem 032 Wirabraja beserta Komandan Kodim dan jajaran yang telah aktif memberikan dukungan lebih awal bergerak di lapangan dan berharap terus dapat mendukung kegiatan ini. Irwan juga berharap, Kepala Sekretariat Bakorluh segera menggerakkan penyuluh pertanian secara proaktif sehingga semua dukungan pencapaian swasembada ini menjadi prioritas dalam aktivitas PPL di lapangan.
Selain kepada Dankorem, Irwan juga menyampaikan kepada Dirjen Hortikultura bahwa skenario pencapaian produksi padi 3 juta ton sudah disiapkan. Target ini, kata Irwan, akan tercapai apabila fasilitas yang diminta tersedia.
"Kami berharap semua fasilitas yang dibutuhkan dapat disegerakan untuk mencapai target yang telah ditentukan," kata gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Selain itu, Irwan juga mengajak untuk seluruh Kabupaten/Kota untuk mempercepat perkembangan pertanian yang ada, dan apabila ada Kabupaten/Kota yang masih belum sesuai dengan apa yang telah direncanakan, Irwan menegaskan, akan menindaknya. "Biarkan Kabupaten/Kota tersebut ketinggalan dan tidak akan ada bantuan yang diberikan karena masih banyak kabupaten/kota lain yang membutuhkan dana tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Dirjen Holtikultura Hasanudin Ibrahim dalam sambutannya menjelaskan, bahwa seluruh program yang ada di dalam rencana kegiatan Mentan dan juga memberikan contoh-contoh yang konkrit mengenai perkembangan holtikultura dan swasembada pangan di provinsi sumbar. Dia juga memberikan contoh mengenai penggunaan pupuk yang tepat untuk perkembangan tanaman.
“Penggunaan pupuk urea misalnya, itu memiliki pengaruh terhadap alam kita, karena dapat menimbulkan polusi dan merusak udara kita, sehingga lebih baik menggunakan pupuk organik yang lebih terjaga kualitas dan kegunaannya," ujarnya.
Turut hadir Direktur Jenderal Hortikultura Hasanudin Ibrahim yang juga Ketua Tim Upaya Khusus Percepatan Swasembada Pangan Provinsi Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan kabupaten/kota, Dankorem 032 Wirabraja dan Dandim se-Sumbar.
Sumber: Humas Pemprov Sumbar

Post a Comment

 
Top