GuidePedia

0

 
Medan (13/1) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kodam I Bukit Barisan menargetkan melakukan pencanangan Program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden mulai tanggal 16 Januari 2015.

"Pencanangan dimulai di Desa Wonosari, Tanjung Morawa, Deliserdang," kata Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, usai acara pembukaan Pelatihan Ketahanan Pangan terkait Program Swasembada Pangan di tingkat jajaran Kodam I B/B di Balai Benih Padi di Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (12/1).

Gatot menambahkan, Pemprov Sumut juga mengadakan pelatihan ketahanan pangan sebelum dilakukan pencanangan. "Pelatihan untuk pelaksanaan program itu sendiri sudah dilakukan mulai Senin dan direncanakan Jumat, 16 Januari akan dilakukan pencanangan Program Swasembada Pangan itu," tambah Gubernur yang juga kader PKS ini.

Menurut Gatot, dengan pelatihan dan dilanjutkan dengan peninjauan ke berbagai lokasi irigasi dan areal pertanian, maka semakin memastikan bahwa Pemprov Sumut bersama Kodam I BB benar-benar siap menjalankan Program Swasembada Pangan yang merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Gatot berharap semua masyarakat mendukung program itu. Apalagi, menurutnya, TNI kembali menunjukkan kemanunggalannya dengan rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem mengatakan, tahun 2015, produksi padi Sumut ditargetkan bisa mencapai 4.156.590 ton dari 3.604.802 ton di tahun 2014. Pada tahun 2015, lanjut Roem, produktivitas lahan padi di Sumut ditargetkan 5,55 ton per hektare dari 5,05 ton per hektare di tahun lalu.

Dia menjelaskan dari empat provinsi di bawah Kodam I BB, diperkirakan hanya Sumut dan Sumatera Barat yang bisa surplus padi hingga tahun ketiga program swasembada pangan nasional itu, sementara Riau dan Kepri belum.

Pada 2017, Sumut akan menyumbang padi 1.642.399 ton dan Sumatera Barat disebutkan di atas jumlah Sumut. Mengingat tanaman pangan juga hanya bukan padi, maka Pamprov Sumut terus berupaya meningkatkan produksi kedelai, ubi kayu dan jagung yang diakui belum memenuhi kebutuhan yang terus meningkat pesat.

"Pada 2017 diharapkan semua tanaman pangan sudah swasembada bahkan surplus seperti halnya padi. Untuk Jagung misalnya, pada tahun ketiga direncanakan kenaikan produksinya sebanyak 536.892 ton sehinggga 2017 ada surplus 888.292 ton," paparnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak.

Post a Comment