GuidePedia

0


Lubuk Pakam (19/1) - Anggota DPRD Deli Serdang Cece Muhammad Romli mengatakan, bahwa sumbangsih yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan dinilai relatif masih kecil, padahal alokasi dana APBD ke Dinas ini naik secara signifikan hingga 200%.
“Harusnya Dinas bisa lebih kreatif mencari dan menciptakan produk unggulan daerah, karena ini dapat memberikan masukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana yang digelontorkan ke dinas ini menjadi tidak mubazir," kata Cece, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Deli Serdang dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Deli Serdang, di Gedung DPRD Kabupaten Deli Serdang, Jumat (16/1/15).
Dalam rapat ini DPRD Deli Serdang dan Dinas Perikanan dan Kelautan Deli Serdang membahas soal pembuatan perda atau legal drafting yang memberikan payung hukum bagi Dinas Perikanan dan Kelautan. Perda ini nantinya dapat secara leluasa mendata dan memasukkan usaha-usaha yang dikembangkan di sektor perikanan, sehingga dapat terbina dan memperoleh bantuan secara maksimal. "Perda ini juga membahas mengenai perbaikan taraf hidup nelayan yang berada diwilayah Deli Serdang. Konversi lahan pertanian menjadi usaha budi daya ikan juga tidak luput dari pembahasan kali ini,' jelas politisi PKS ini kepada Humas PKS Sumut.
Sebagaimana diketahui potensi Kabupaten Deli Serdang sangat beragam. Salah satunya dari wilayah pesisir yang memberikan beragam jenis konsumsi ikan sebagai bahan pangan yang potensial dikembangkan dan diproses, sehingga memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan keluar daerah. Bukan mustahil ini menjadi produk unggulan khas daerah. Ditambah lagi, Bandara Internasional Kualanamu terletak di kabupaten ini. Deli Serdang sendiri belum memiliki oleh-oleh khas. Wisatawan domestik maupun mancanegara masih mengenal Dodol Bengkel atau Bika Ambon sebagai oleh-oleh yang bukan berasal dari Deli Serdang.
Sumber: Humas PKS Sumut

Post a Comment

 
Top