GuidePedia

0

JAKARTA (7/1) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai hak interpelasi pada Presiden Joko Widodo soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah hal yang melekat anggota bukan hal lembaga.
“Maka tentu kita kembalikan pada mereka yang sudah menginisiasi dan menandatangani usulan hak itu,” kata Jazuli di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Menurut Jazuli yang menginisiasi untuk mengajukan hak interpelasi ini kan bukan hanya anggota DPR dari FPKS tapi juga dari berbagai fraksi terutama yang tergabung dengan KMP.
“Maka kita terus melakukan kordinasi dengan fraksi lain terutama yang anggotanya telah menginisiasi dan menandatangani hak ini,” jelasnya.
Hak interpelasi, menurut FPKS masih sangat relevan diajukan kepada pemerintah, meski pemerintah sudah menurunkan harga BBM. Bahkan turunnya harga BBM juga akan dipertanyakan lewat hak interpelasi ini.
“Kenapa cuman turun segitu? Padahal minyak dunia anjlok harganya, apa alasan menaikan terus tiba-tiba menurunkan dalam waktu singkat? Apa sudah dikaji dengan matang waktu menaikkan? Apa yang telah disiapkan sebagai antisipasi pemerintah saat menaikkan harga BBM terutama bagi rakyat miskin? Apa program itu sudah akurat atau asal-asalan?
“Bagaimana cara pemerintah mengontrol harga-harga yang sudah terlanjur naik yang membuatkan rakyat itu?” kata Jazuli.
Jazuli mengatakan komunikasi antar anggota maupun fraksi masih berjalan terus. Hingga saat ini belum ada yang menyatakan resmi mau menarik hak interpelasi.
Sudah ada 230 anggota DPR RI yang menandatangani pengajuan hak interpelasi kepada pemerintah terkait kenaikan harga BBM. Sejauh ini sudah ada empat fraksi yang solid mendukung usulan ini yakni Fraksi Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional.
Selain empat fraksi itu, ada juga sebagian anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dari kubu pengurus partai versi Djan Faridz turut tanda tangan. Usul interpelasi mensyaratkan dukungan 25 anggota dewan dari dua fraksi yang berbeda.
Sumber: http://www.lensaindonesia.com

Post a Comment

 
Top