GuidePedia

0


Tegal (21/1) - Sejumlah titik jalan yang menjadi akses utama penghubung transportasi antar kelurahan di wilayah Kecamatan Margadana berlubang. Titik-titik lubang tersebut, berukuran variatif dari 50 cm di Jalan Hasanudin, Kelurahan Cabawan, sampai 40 cm di Jalan Prof Buya Hamka, Kelurahan Margadana.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Tegal Dapil Margadana Untung Purwadi meyatakan, lubang-lubang tersebut memang sudah lama terjadi. Kondisi ini, telah dikoordinasikan dengan dinas terkait.
“Seharusnya dinas lebih cepat menanggapi keluhan masyarakat. Sebab, jika lubang tersebut terus dibiarkan, akan mengganggu transportasi warga, yang berakifitas di sana,” ujar anggota DPRD dari PKS ini.
Dia mengatakan, pihaknya akan meminta dinas terkait melakukan survei ke lokasi. Sehingga dalam melakukan penangannya nanti, bisa tepat sasaran dan jalan tersebut tidak berlubang kembali.
“Saya minta dinas terkait secepatnya bisa melakukan perbaikan,” tegasnya.
Menurut sejumlah warga, kondisi tersebut sangat membahayakan dan rawan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Apalagi, jika sedang turun hujan.
Salah satu warga Kelurahan Cabawan, Ahmad mengatakan, lubang di Jalan Hasanudin sudah terjadi sejak sekitar satu bulan yang lalu. Penyebabnya, menurut Ahmad, terlalu sering dilewati kendaraan besar. Lubang yang persis berada di tikungan perempatan depan Masjid Nur Islam itu dinilainya sangat membahayakan.
'Tidak sedikit warga yang terperosok di lubang ini," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Ahmad, reruntuhan lubang tersebut juga mengakibatkan selokan yang berada di bawahnya tersendat. Sehingga, air meluap ketika hujan mengguyur lokasi. “Saya yang rumahnya di depan jalan sering ditanya. Ini jalan sangat membahayakan. Banyak pengendara yang terperosok, bukan hanya sekali,” tambah Ahmad.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, warga sebenarnya telah melaporkan adanya lubang ini ke pihak kelurahan. Setelah dilaporkan, warga dan kelurahan sempat melakukan pengurugan. Namun, karena keterbatasan akhirnya jalan tersebut kembali berlubang.
Persoalan ini, masih kata Ahmad, juga sempat ditangani oleh dinas terkait, tapi tetap berlubang kembali. “Kalau hujan jadi banjir, karena selokan mampet, menyumbat saluran di bawahnya. Sebelumnya, entah dari pemborong, sepertinya sudah melakukan pengukuran. Namun, sampai sekarang belum ada perbaikan. Warga ingin agar segera ada perbaikan,” jelasnya.
Sumber: berita.pksjateng.or.id | Foto: pksjateng.or.id

Post a Comment

 
Top