GuidePedia

0


Serang (23/1) - Anggota Komisi IV DPRD Banten Najib Hamas mendesak Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Data Air (SDA) untuk segera menyelesaikan proyek drainase yang terbengkalai di sekitar wilayah Cijawa, Kota Serang, Banten, Jumat (23/1). Dia mengatakan, proyek drainase yang lama terbengkalai itu jika berlarut-larut didiamkan akan menggangu kegiatan perekonomian masyarakat sekitar.
"Pekerjaan proyek itu dilaksanakan akhir tahun, sehingga proyek drainase dengan lebar 2 meter tersebut tidak berhasil diselesaikan sesuai ketentuan. Sehingga mengganggu kegiatan perekonomian masyarakat dan arus lalu lintas," kata Najib.
Selain itu, politisi PKS Banten ini mengkhawatirkan adanya hal-hal yang tidak diinginkan lainnya seperti kecelakaan dari pengendara yang melintasi jalan tersebut.
"Ya secepatnyalah diselesaikan masalah ini, supaya tidak berlarut-larut, soalnya kita khawatir ada pengendara yang tidak tahu jalan tiba-tiba ngusruk di drainase ini," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Cijawa, Kota Serang, membentangkan spanduk berisi sindiran kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno, terkait proyek pelebaran dan pengerjaan drainase milik Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) provinsi Banten di jalur simpang Ciceri hingga Warung Pojok, Kota Serang.
Sebagai aksi protes warga, lokasi drainase itu mendadak berubah jadi lokasi pemancingan pada Kamis (22/1) sore. Hal ini merupakan puncak kekesalan warga yang kecewa dan tak tahan lantaran proyek tersebut hingga kini tidak kunjung selesai dikerjakan alias mangkrak. Warga kesal karena membuat usahanya terganggu dengan adanya drainase tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan warga Kota Serang tampak membawa joran pancing ke lokasi yang sebelumnya sudah disebar berbagai jenis ikan seperti mujair dan lele. Dilengkapi dengan membawa wadah ikan, mereka mulai memancing di proyek yang dibiarkan pihak kontraktor, yang tanpa diketahui kapan bakal dikerjakan kembali.
Tak hanya itu, warga juga membawa sejumlah kertas bernada protes. Beberapa tulisan, di antaranya 'Mancing Gratis', Jangan hanya bisa gali doang dong, 'Berani Berbuat Berani Bertanggungjawab" dan 'Siapa Nih yang Tanggungjawab'. Aksi protes ini dilakukan warga hingga malam hari sehingga menarik perhatian pengguna jalan untuk menyaksikan.
"Kita kesal, karena gorong-gorong dibiarkan begitu aja sama kontraktornya," kata Basri, salah seorang warga saat ditemui di lokasi mancing.
Sumber: Humas PKS Banten

Post a Comment

 
Top