GuidePedia

0
JAKARTA (31/12) - Perayaan pergantian tahun masehi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dianggap tidak terlalu banyak manfaat dan terkesan hura-hura. Seharusnya pemerintah lebih membuat kegiatan yang berbentuk kepedulian. Kegiatan yang secara langsung mendidik masyarakat untuk bisa melakukan introspeksi diri, lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi, kondisi Bangsa Indonesia sedang dirundung berbagai musibah saat ini.

Demikian disampaikan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tubagus Arif, Rabu (31/12) di Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Tubagus mengatakan, Pemprov seharusnya tidak sekedar menyelenggarakan pesta di penghujung tahun, tetapi perlu mengevaluasi tata kelola pemerintahan. Seperti dengan menata fungsi pemerintahannya dalam bentuk pelayanan yang bebas pungli (pungutan liar) di level kelurahan dan kecamatan. Tubagus mengatakan seharusnya Pemprov menjadi sebuah barometer di Jakarta.

“Harusnya Pemprov berkaca, mengevaluasi diri, terkait dengan kerja-kerja pemerintahan, dan jika kita evaluasi berapa banyak dana yang dikeluarkan oleh pemerintah hanya untuk melakukan perayaan tahun baru 2014 lalu,” ujarnya.

Menurut Tubagus, banyak kejadian yang mencengangkan di Ibukota. Mulai dari angka kenaikan penderita HIV AIDS di kalangan anak-anak dan remaja, adanya tempat judi terbesar di Jakarta Barat, bahaya minuman keras yang marak dan selalu memakan korban, ditambah lagi tawuran antarwarga kampung.

“Sudah semestinya warga diajak ke barak-barak spiritualnya, yang Muslim ke Masjid, yang Nasrani ke Gereja, ke Pura, Wihara dan sebagainya, dan semua warga diajak berintrospeksi diri untuk menghadapi tahun 2015. Bukan dengan hura-hura dengan beragam acara yang tidak mencerminkan jati diri anak bangsa di Jakarta,” sebut Tubagus yang juga menjabat Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta.

Pada penyambutan Tahun Baru 2013, tambah Tubagus, di taman-taman Jakarta justru dijadikan tempat prostitusi dadakan. Terbukti banyak alat kontrasepsi yang berserakan dan ditemukan masyarakat di pagi harinya.

“Ini sangat ironis, kalau seandainya menyambut tahun baru selalu dengan hura-hura, harusnya Pemprov introspeksi diri, ternyata banyak masalah di Jakarta ini,” pungkas Tubagus.

Sumber Foto: http://www.aktual.co

Post a Comment

 
Top