GuidePedia

0

 
Semarang (26/1) - Komisi D DPRD Jateng mengimbau agar pelaksana program pencanangan jalan tanpa lubang (JTL) di Jateng baik di jalan nasional atau pun jalan provinsi bisa menyiasati tantangan. Pasalnya, percepatan program yang dilakukan pada Januari memiliki hambatan cuaca hujan yang terus menerus. Sehingga bila Dina Bina Marga tidak bisa menyiasati, akan banyak jalan yang hancur lagi.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso di Semarang, Senin (26/1). Hadi mengemukakan, musuh terberat aspal adalah air. Sementara tantangan lainnya yakni jumlah sumber daya manusia (SDM), dan bahan baku yang harus cepat diadakan dalam penganggaran awal tahun.

“Soal jumlah pegawai untuk memeriksa, mencatat sampai melakukan penutupan lobang itu harus diperhatikan. Selanjutnya, terkait bahan baku, karena posisi diawal tahun maka perlu percepatan pengadaan aspal, pasir dan bahan lainnya, stok bahan baku sisa dibalai jumlahnya terbatas, sedang lelang baru akan ada pemenang paling cepat Maret,” ungkapnya.

Data yang ada, dari 2.565.621 kilometer jalan propinsi, baru sepanjang 2.230.038 kilometer yang kondisinya baik. Artinya masih ada 13,08 persen jalan provinsi atau 335,583 kilometer jalan provinsi yang butuh perhatian jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mewujudkan jalan tanpa lubang.
Sementara sumber daya dari Dinas Bina Marga, baik jumlah pegawai serta sarana prasarana yang tersedia sangat terbatas.

Dari sembilan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Bina Marga yang ada, semuanya tidak lebih dari 500 orang pegawai per balai.

“Pada tahun 2015 ada 132 paket pekerjaan perbaikan jalan, dengan anggaran 2,071 Triltun tentu akan memberi harapan jalan baik. Tapi jika tidak dimanagemeni dengan baik maka kesan dimana – mana macet karena ada perbaikan jalan bisa saja muncul. Kalau ini terjadi alih - alaih image jalan mulus, yang muncul justru macet dimana yang lebih dominan,” pungkas legislator PKS daerah pemilihan Jawa Tengah 4 (Kab. Karanganyar, Kab. Sragen dan Kab. Wonogiri) ini.

Diketahui, saat ini program JTL masih terus digalakkan Pemerintah Provinsi Jateng. Selain melalui jalur struktural, sosialisasi dan informasi JTL juga banyak dilakukan Ganjar Pranowo melalui social media.
 

Sumber: fraksi.pksjateng.or.id

Post a Comment