GuidePedia

0

 

JAKARTA (20/1) – Hidroponik merupakan kegiatan menanam sayuran dengan basis air menggunakan paralon atau wadah-wadah bekas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) telah membudidayakan hidroponik di Gedung Sate Kota Bandung tanpa menggunakan pestisida.

Demikian disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam Aher interActweet dengan tanda pagar (hashtag) #Hidroponik pada Senin (20/1) sore melalui akun twitter @aheryawan.

Sebelum menjelaskan hidroponik, Aher mengawali interActweet-nya dengan mengulas kegiatan ‘Warung Hidup’ yang umumnya dipelajari siswa Sekolah Dasar (SD). ‘Warung Hidup’, tulis Aher, memiliki konsep menanam tanaman sayuran di halaman rumah.

“Warung Hidup di jaman kini, bisa menggunakan basis air bisa di pekarangan rumah, dinding rumah, teras, dll #hidroponik. Warung Hidup kini sering disebut urban farming atau sebutan2 lainnya, intinya kita berusaha memenuhi kebutuhan sehari2 tanpa hrs membeli,” jelas Aher.

Aher melanjutkan apabila setiap rumah tangga membuat ‘Warung Hidup’, baik berupa hidroponik atau berbasis tanah, dapat membantu keluarga di Indonesia menekan biaya rumah tangga.

Beberapa tanaman hidroponik, tambah Aher, antara lain sayuran kangkung, bakchoy, sosin, brokoli, bayam, tomat, rawit, bahkan strawberi.

“Seperti kangkung, bakchoy, sosin, bayam hanya memerlukan waktu 15 - 17 hari #Hidroponik,” tulis Aher yang juga mengungkapkan aplikasi hidroponik di Gedung Sate menggunakan paralon dan menanam beragam jenis sayuran secara selang-seling.

Post a Comment

 
Top