GuidePedia

0


Jakarta (24/2) - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar berkeberatan atas penolakan Presiden Brasil terhadap surat kepercayaan Duta Besar Indonesia untuk Brasil. Sikap tersebut lantaran eksekusi mati warga Brasil di Indonesia.
“Seharusnya pemerintah Brasil menempuh jalur yang lebih santun, seperti jalur diplomatik yang tersedia jika ada keberatan, bukan melakukan tindakan sepihak dengan cara menolak surat kepercayaan Duta Besar Indonesia. Ini bisa merusak hubungan bilateral kedua negara yang selama ini sudah cukup baik,” ujar Rofi Munawar,di Jakarta, Senin 23 Februari 2015.
Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengingatkan, keberadaan duta besar merupakan representasi resmi sebuah negara di negara sahabat. “Ini hubungan G to G. Brasil seharusnya menerima duta besar kita. Sementara itu, hukuman mati itu urusan personal bersangkutan yang melanggar hukum di wilayah kita. Saya mengingatkan jangan sampai hubungan kedua negara rusak karena urusan personal,” kata Rofi.
Lebih jauh politisi PKS itu mendukung penuh langkah Pemerintah Indonesia. “Saya mendukung penuh Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah melakukan protes keras terhadap Pemerintah Brasil. Saya sepakat agar Duta Besar Indonesia di Brasil dipanggil pulang,” ujar politisi PKS itu.
Legislator yang duduk di Komisi IV DPR ini memberi saran agar pemerintah Brasil menempuh jalur yang lebih santun. “Seharusnya peran-peran diplomatik lebih dikedepankan dan komunikasi intensif yang sehat perlu terus dilakukan. Brasil juga harus memahami bahwa setiap negara memiliki kedaulatan yang tak boleh diintervensi oleh asing,” ujar Rofi.
Rofi yang membidangi hubungan kerja sama bilateral di BKSAP itu juga meminta agar Pemerintah Indonesia jangan terganggu oleh pihak luar yang mencoba mencampuri penegakan hukum di Indonesia. Namun demikian, Rofi juga mengingatkan Pemerintah Indonesia agar tidak terpancing memperkeruh hubungan bilateral kedua negara yang sudah cukup baik.
Dalam kaitan tugas dan fungsi BKSAP sebagai leading sector diplomasi DPR, Rofi menjelaskan ke depan jika Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Parlemen Brasil terbentuk, DPR akan memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
“Melalui GKSB, kami akan menjadikan DPR sebagai second track diplomacy, termasuk dengan Parlemen Brasil. Semoga saja parlemen Brasil bisa memahami sikap Pemerintah Indonesia,” kata Rofi.
Sumber: http://politik.news.viva.co.id

Post a Comment

 
Top