GuidePedia

0


SOLO (27/2) – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Kode Etik DPRD Solo selesai melakukan pembahasan. Beberapa hal menyangkut kode etik bagi anggota dewan disepakati seperti larangan merokok selama rapat berlangsung, penghentian rapat sementara ketika terdengar adzan, maupun tentang aturan perilaku dan berbagai aturan sikap setiap anggota DPRD.
Anggota Pansus Kode Etik, Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan salah satu pasal dalam kode etik melarang anggota DPRD bersikap tidak sepatutnya.
“Sikap tidak sepatutnya ini tafsirnya bisa bermacam-macam. Misalnya tidak bersepatu atau berkata kotor,” ujar dia seperti dilansir situs Timlo.
Sebelumnya, dalam pendapat akhir Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengenai kode etik ini, Quatly sebagai perwakilan FPKS di pansus tersebut berpendapat mengenai sanksi dalam peraturan tersebut tidak hanya dikenakan pada kewajiban dan larangan saja, namun dikenakan juga kepada seluruh unsur aturan yang dibuat dan tercantum dalam kode etik. 
"Harapannya, dengan disusunnya peraturan tentang kode etik ini diharapkan dapat diindahkan oleh Anggota DPRD sehingga lembaga DPRD bisa menjadi teladan yang baik dan lembaga aspiratif bagi warga Kota Surakarta," pungkasnya.
Sumber: http://pks-solo.or.id

Post a Comment

 
Top