GuidePedia

0


BANDA ACEH (11/2) - Kota Banda Aceh menempati urutan kedua terbanyak pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2014, dengan jumlah 299 kasus. Sementara di posisi pertama ditempati Kabupaten Aceh Tengah yang mencapai 350 kasus.
Hal itu terungkap berdasarkan pemaparan data Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Aceh pada Rabu (11/2). Peningkatan jumlah DBD setiap tahun disebabkan oleh masyarakat yang masih kurang peduli menjaga kebersihan lingkungan.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua komisi D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi-sosialisasi dan pencegahan dengan melibatkan kader posyandu serta Kader Jemantik yang ada di setiap gampong. Pencegahan ini sangat perlu dilakukan mengingat penderita DBD diperkirakan meningkat pada musim-musim hujan di awal tahun 2015. Farid mengatakan DPRK Banda Aceh sudah menganggarkan dana khusus pada dinas terkait untuk pencegahan penyakit menular, termasuk DBD.
“Yang penting sekarang adalah upaya-paya pencegahan terhadap kasus DBD tersebut, karena kemungkinan terjadinya DBD sangat besar, apa lagi kita lagi musim hujan, dan selama ini DBD di Banda Aceh masih termasuk tinggi,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh tersebut.
Sementara itu, kepada masyarakat Farid berharap jika mengetahui kasus DBD di lingkungannya untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat. Petugas akan segera menindaklanjuti dengan melihat kemungkinan perlunya fogging di lokasi-lokasi yang sudah didapati penyakit tersebut.
Terkait pencegahan DBD di Ibukota DI Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Media Yulizar mengatakan hingga akhir Januari 2015 terdapat 19 kasus DBD di kota tersebut. Media mengakui bahwa Banda Aceh rawan DBD karena terletak di dataran rendah. Media juga mengungkapkan Kader Jemantik masih terus melakukan sosialisasi serta fogging di daerah yang sudah positif terjangkit DBD.
“Kader jemantik tetap ada, kemudian yang penting juga pembasmian jentik, ini perlu kerjasama dari masyarakat,” ujarnya.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPRK Banda Aceh

Post a Comment

 
Top