GuidePedia

0
KabarPks.com - MEDAN (23/2) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho mengaku tidak malu menggunakan tas dari bahan daur ulang hasil kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM). Menurut Sutias, kualitas dan tampilan produk kerajinan UKM tidak kalah dari tas "branded".

"Saya tidak malu memakai tas dari produk daur ulang. Tas ini saya pakai kemana-mana, dan sudah saya buktikan kualitasnya sangat baik," ujar Sutias sambil memperlihatkan tas biru dari kertas koran yang ditentengnya saat menghadiri Open Fair Institut Teknologi Medan (ITM) 2015 pada Jumat (20/2).


Dalam kesempatan itu, Isteri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tersebut juga memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa serta pelajar yang berpartisipasi dalam stan-stan pameran hasil produk daur ulang. Sutias memuji hasil karya para guru dan pelajar berupa tas tangan yang dibuat kombinasi dengan bekas kemasan kopi instan.

“Tas aneka karya pelajar Dwiwarna ini memiliki desain yang cantik dan menarik. Saya menyarankan agar dalam proses pembuatannya tetap memperhatikan kualitas, yakni kekuatan produk yang dihasilkan, sehingga para konsumen nantinya tetap puas menggunakan produk ini,” pesan Sutias.

Ketua BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) itu pun didaulat membuka pelaksanaan Open Fair ITM 2015. Dalam sambautannya, Sutias memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, pelajar, dan staf pengajar yang sudah menghasilkan karya terbaik dalam pameran.

"Saya berharap aneka produk tepat guna hasil karya anak muda ini bisa digunakan oleh masyarakat luas, saya berharap para donatur dan pihak terkait bisa ikut mempromosikan produk-produk ini," ujar Sutias.

Open Fair ITM 2015 digelar pada Jumat hingga Ahad (20-22 Februari) di Kampus ITM, Jalan HM Joni, Kota Medan. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari lahir Pahlawan  Nasional Tengku Amir Hamzah. Berbagai produk andalan ITM yang dipamerkan antara lain mobil hemat energi yang berhasil memenangkan kompetisi Indonesia Energy Marathon Challenge (2013), sepeda tenaga surya, mesin pemipil jagung, dan sebagainya. Dalam kesempatan itu, Sutias menerima cinderamata dari Yayasan Songket Deli berupa kain songket ciri khas Melayu Deli.

Sumber : Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top