GuidePedia

0




BATIPUAH SELATAN (2/2) – Pemerintah Provinsi bersama jajaran lembaga dan aktivis Sumatera Barat membangun kembali Rumah Gadang yang terbakar pada musibah tanggal 26 Mei 2013 di Nagari Sumpur. Peristiwa kebakaran tersebut telah menghanguskan 5 dari 68 Rumah Gadang.

“Nagari Sumpur sebentar lagi akan dinobatkan sebagai kawasan pusaka, dimana disini terdapat banyak Rumah Gadang yang telah berumur lebih dari 100 tahun,” demikian kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat datang ke Nagari Sumpur untuk meresmikan Rumah Gadang pertama milik keluarga Etek Nuraini, Ahad (1/2).

Irwan juga memberikan apresiasi kepada seluruh aktivis terkait pembangunan kembali Rumah Gadang yang merupakan rumah adat Sumatera Barat.

“Kami sangat mengapresiasi saudara-saudara kami, Sahabat Sumpur, yang begitu peduli terhadap pelestarian pusaka di Sumatera Barat melalui upaya konservasi Rumah Gadang di Nagari Sumpur ini. Oleh karena itu, kami berharap agar gerakan ini dapat berkesinambungan sehingga akan membuat lebih lestari pusaka di Sumatera Barat dan makin menguatkan kebanggaan Urang Minang,” pesan Irwan.

Sementara itu, Ketua Forum Kampuang Minang Nagari Sumpur, Kamrita mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian masyarakat, terutama para perantau, terhadap kelestarian pusaka adat di daerahnya.

“Kami sangat senang para perantau yang bergabung dalam IKES sangat peduli terhadap kemajuan kampong halamannya. Apresiasi ini kami sampaikan secara mendalam mengingat semua pemangku kepentingan hadir, baik itu donatur, pemerintah, badan/lembaga yang mengurus pelestarian budaya, lembaga nirlaba, para datuk dan ninik mamak, serta masyarakat Sumpur semuanya,” ujar Kamrita.

Kamrita juga menjelaskan bahwa Upacara Naik Atap yang diresmikan oleh Gubernur Irwan merupakan langkah awal untuk mewujudkan Nagari Sumpur sebagai kawasan pusaka.

“Upacara Naik Atap sebagai kelanjutan Batagak Tonggak Tuo ini baru merupakan langkah awal untuk mewujudkan tiga cita-cita besar kami yaitu mewujudkan Sumpur sebagai kawasan pusaka, mengonservasi Rumah Gadang lainnya yang terabakar, serta merevitalisasi Rumah-Rumah Gadang lainnya. Sehingga hal ini dapat menjadikan Sumpur sebagai daerah tujuan wisata, tidak hanya domestik, namun juga dunia,” tambahnya.

Pembangunan kembali Rumah Gadang yang terbakar pada tahun 2013 di Nagari Sumpur dimotori oleh Pusat Studi Konservasi Arsitektur (PUSAKA) Universitas Bung Hatta (UBH). Pembangunan tersebut juga didukung oleh Tirto Utomo Foundation, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Rumah Asuh, Pemprov Sumatera Barat, Pemkab Tanah Datar, Forum Kampuang Minang Nagari Sumpur, dan Ikatan Keluarga Sumpur.

Pembangunan kembali Rumah Gadang melalui proses adat yang bernama Batagak Tonggak Tuo. Selain Gubernur Irwan, acara peresmian Rumah Gadang juga dihadiri oleh Tirto Utomo, Ketua PUSAKA UBH Eko Alvares Z., Bupati Tanah Datar, seluruh datuak dan niniak mamak Nagari Sumpur, serta mahasiswa UBH.

Sumber: Pemprov Sumatera Barat

Post a Comment

 
Top