GuidePedia

0


MEDAN (26/2) - Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) bekerjasama dengan Korps Pegawai Negeri (Korpri) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan kepada Sekolah Dasar (SD) Juara Medan, Kamis (26/2). Sekolah binaan Rumah Zakat tersebut memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. 
Bantuan berupa 1,2 ton beras yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SD Juara Medan, serta satu unit dispenser dan satu unit blender untuk pihak sekolah, diserahkan langsung oleh Ketua BK3S Sumut, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho. Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Sekretaris Korpri Sumut Nurlela, Lurah Babura Kecamatan Medan Baru Zukri, serta Kepala SD Juara Medan Sahidan Gayo di SD Juara Medan, Jalan Sei Bekala Nomor 2, Medan.
"Alhamdulilah hari ini kita membawa beras dan lainya, mudah-mudahan bermanfaat. Kami juga berencana menyalurkan bantuan sepatu bagi siswa-siswa SD Juara dan pengajar dari donasi berbagai pihak. Jadi kami catat nomer sepatu siswa-siwi dan guru ," ujar Istri orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut.
Sutias juga menitipkan anak-anak agar para siswa yang dari berbagai latar belakang keluarga bisa lebih maksimal meraih prestasi. Sutias pun berpesan kepada guru-guru untuk bisa lebih maksimal dalam mengajar. "Mudah-mudahan kedepan potensi dan prestasi bertambah lebih baik," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala SD Juara Medan, Sahidan Gayo menyampaikan bahwa SD Juara dapat diibaratkan mesin yang kalau dimasukkan apa saja, seperti ubi dan beras, hasilnya menjadi tepung.
"Harapannya SD Juara ini adalah bagaimanapun kondisi siswanya, baik dari latar belakang apa saja, kedepannya akan menjadi juara, karena itu disini pembagian rapor tidak ada Juara 1, 2, dan 3. Yang ada nilai dalam rapor adalah juara paling rajin sholat, juara paling disiplin juara PPKN, juara Matematika, juara olah raga, dan lainnya. Karena memang semua anak potensinya berbeda-beda, sehingga kita juga mengaplikasinya juga beda-beda," ujarnya.
Proses pembelajaran yang diterapkan kepada siswa, lanjut Sahidan, dilakukan dengan pendekatan yang unik dan menarik. SD Juara Medan bukan hanya meningkatkan kualitas secara akademik, namun juga meningkatkan secara moral dan spiritual. Para siswa diajarkan mampu membaca dan menghafal Al Quran dengan baik, dan selama bertahun-tahun mereka telah dibiasakan sholat dhuha, mengaji, sholat dzuhur berjamaah, berinfak, saling menyayangi, puasa sunah, dan hormat pada yang lebih tua.
"Alhamdulillah sejak 2009 dibuka SD Juara di Medan, beberapa siswa menoreh prestasi bahkan ada yang mewakili provinsi di tingkat nasional untuk apresiasi sastra, dan bukunya sudah ada dijual di Gramedia," kata Sahidan.
Sahidan menambahkan dengan menerapkan konsep multiple intelligences, memungkinkan para siswa untuk menggali beragam potensi sehingga menjadi insan mandiri bermental juara. Hal ini merupakan pondasi long life motivation. Selain itu, di SD Juara juga diterapkan Program Gizi Sang Juara dan Program Pengembangan Potensi Anak (P3A) untuk siswa.
Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top