GuidePedia

0


KabarPKS.com - Bandung (17/2) – Untuk mengurangi pengangguran dan menghadirkan lapangan kerja yang lebih banyak, pengusaha harus memberikan komitmennya agar dapat menguasai industri hulu (pengolahan bahan mentah) hingga ke industri hilirnya (barang jadi), sehingga tenaga serta proses kerja yang dilakukan berlangsung di dalam negeri.
Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda/KNPI Provinsi Jawa Barat di Hotel Horison, Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 121 Kota Bandung, Senin (16/2). Menurut pria yang akrab disapa Aher ini, adanya ketidak hati-hatian dalam manajemen ekonomi kita saat ini, sehingga proses pengolahan sumber daya alam yang kita miliki tidak utuh dilakukan dari hulu ke hilirnya.

“Kita kurang hati-hati dalam mengolah sumber daya alam kita. Sumber daya yang kita miliki lebih hebat dari Korea Selatan. Masalahnya di strategi manajemen ekonomi kita, harusnya kita sebagai bangsa-tentu KNPI sebagai bagian dari anak bangsa berusaha untuk menghadirkan proses ekonomi hulu-hilir di kita semuanya. Hulu, tengah, dan hilirnya di kita. Kita baru berfikir ekspor kalau sudah di hilir, jangan berfikir ekspor di hulu. Dampaknya jelas," ungkap gubernur yang juga kader PKS ini kepada para awak media.

Menurut Aher, Korea Selatan mengolah semua sumber daya yang mereka miliki di dalam negeri, sehingga dampaknya tidak ada pengangguran disana. “Mengapa Korea Selatan tidak ada pengangguran? Sebab dia punya mining, migas, pertanian dan barang-barang mentah diolah seluruhnya di Korea. Jadi jam kerja di Korea, tenaga kerja di Korea. Titik akhirnya pun di Korea, pemasaran baru keluar selain di dalam negeri," papar Aher.

Aher menambahkan, proses keutuhan industri tersebut dapat menghadirkan lapangan kerja, sehingga dampaknya di Korsel tidak ada pengangguran. Selain itu, di Indonesia angkatan kerja lebih banyak daripada lapangan kerjanya, karena industri manufaktur dalam negeri belum bekerja dengan baik.

Selain potensi sumber daya alam, Indonesia juga memiliki pangsa pasar yang begitu besar, yaitu dengan potensi pasar terbuka hingga 247 juta jiwa. Sementara Jawa Barat sendiri memiliki pasar terbuka hingga 46,3 juta jiwa. Melalui potensi ini serta pengelolaan industri hulu hingga hilirnya, maka lapangan kerja akan terbuka, angkatan kerja akan tertampung, dan kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Untuk itu, Aher ingin serta medorong para pengusaha juga pemuda melalui KNPI tersebut agar dapat membangun komitmen dalam menghadirkan berlangsungnya keutuhan proses industri tersebut. Dan Pemprov Jabar hingga saat ini terus mendorong terciptanya pengusaha baru hingga 100 ribu wirausahawan dalam 5 tahun ke depan, agar terjadi pengelolaan sumber daya-yang pengolahannya mulai dari bahan mentah menjadi barang jadi semuanya dilakukan di dalam negeri.
Sumber: Humas Pemprov Jabar

Post a Comment

 
Top