GuidePedia

0


LEBAK (27/2) – Pengelolaan Pantai Sawarna telah mengalami beberapa kemajuan. Terbukti dari banyak perubahan signifikan yang ditemukan saat berkunjung ke salah satu objek wisata populer di Provinsi Banten tersebut, seperti jembatan gantung dan paving block. Demikian dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lebak, Dian Wahyudi.
“Jembatan gantung baru telah terbentang mantap dengan areal parkir kendaraan yang cukup luas. Sekitar 500 meter sebelum jembatan gantung lama. Hamparan paving block cukup membuat nyaman perjalanan menggunakan ojek maupun berjalan kaki,” ujar Dian yang mengunjungi Pantai Sawarna sepulang kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Pelabuhan Ratu pada Jumat (27/2).
Dian menjelaskan bahwa tampak ratusan kios, warung, maupun tempat istirahat tersedia di sepanjang pantai. Namun, Dian menyayangkan pengelolaan lokasi usaha yang masih belum beraturan.
“Tanah luas milik perkebunan ini sepertinya leluasa digunakan siapa saja. Saya tidak sempat bertanya kenapa tidak ditata kepada tukang ojek yang saya tumpangi. Yang jelas, tidak terkelola dan ditata dengan baik,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Salah satu villa milik Pemda, lanjut Dian, tampak baru direnovasi. Menurut warga, villa tersebut dikelola oleh warga Desa Sawarna setempat. Sementara itu, homestay atau rumah tempat para wisatawan menginap juga bertambah banyak. Hal ini diketahui Dian berdasarkan cerita salah seorang warga di sekitar Pantai Sawarna, Zaenudin.
“Saat lebaran kemarin pendapatan pengelola kabarnya Rp10 juta per hari. Itu terjadi selama tiga pekan. Begitu pula saat pergantian tahun 2015 yang lalu. Kalau akhir pekan sekitar Rp 4-5 juta. Sedangkan kalau setiap harinya tidak kurang dari Rp 1 juta,” kata Zaenudin.
Berdasarkan penjelasan warga setempat, diperoleh informasi bahwa Pantai Sawarna di Provinsi Banten ternyata memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata dan pemasukan APBD. Sayang, tambah Dian, peran Pemkab Lebak maupun Pemprov Banten belum begitu maksimal dalam pengelolaan objek wisata alam tersebut.
“Pantai Sawarna itu perlu promosi dan tata kelola profesional untuk menjadikan Sawarna sebagai ikon Lebak dan Banten. Potensi Sawarna perlu dorongan dan sentuhan tangan semua pihak agar potensi Sawarna dengan panoramanya yang cantik dan ombaknya yang memikat ini benar-benar bersinar di mata dunia,” ujarnya.
Dian juga mengungkapkan bahwa ia pernah mendorong peningkatan anggaran promosi dan pengelolaan daerah wisata saat Rapat Kerja Komisi II dengan SKPD Kabupaten Lebak. Namun, usulan tersebut kurang disambut baik.
“Disamping promosi, tata kelola, dan infrastruktur yang perlu dibenahi, Pemda perlu menyadari pentingnya kultur budaya positif masyarakat setempat yang juga harus tetap terjaga. Jangan sampai bisnis sektor pariwisata merusak kultur budaya masyarakat setempat,” tandas Dian.
Sumber: Humas PKS Banten

Post a Comment

 
Top