GuidePedia

0


Ambon (25/2) - Upaya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mencari dan merumuskan paradigma politik praktis dalam membangun Maluku yang multikultural sudah seharusnya diapresiasi. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Sosiologi Universitas Pattimura Ambon, Prof DR Tony Pariela di hadapan anggota DPRD dan pengurus PKS Maluku dalam bedah 'Paradigma PKS Dalam Membangun Maluku Yang Multikultural' sebagai rangkaian Rapat Kerja Fraksi PKS DPRD Maluku yang digelar pada Sabtu-Ahad (20-21/2/2015), di Hotel Swissbel, Ambon, Maluku.
"Ini memberi indikasi bahwa PKS secara sungguh-sungguh mengembangkan platform perjuangan partai yang tepat, adaftif dan fungsional," ujarnya, Sabtu (20/2) lalu.
Menurutnya, PKS telah mengalami perkembangan yang sangat positif dalam memaknai keragaman masyarakat Maluku yang sangat beragam. "Progres PKS sebagai partai terbuka kian menggembirakan. Saya termasuk orang yang mengkampanyekan semangat keterbukaan PKS kepada banyak kalangan. Partai ini mengalami perubahan keterbukaan sangat progresif," kata dosen S2 Universitas Pattimura ini.
Sebagai partai politik, lanjutnya, kiprah PKS sudah semestinya masuk dalam beragam komunitas masyarakat Maluku. Keragaman ini tidak hanya dari sisi agama, tetapi terutama etnisitas dan sub etnisitas. "Keragaman ruang publik Maluku merupakan kenyataan yang tidak mungkin bisa dihindari. Tetapi keragaman sosio kultural ini perlu mendapatkan pengakuan secara sosial, hukum maupun politis. Maka PKS perlu memasuki dimensi keragaman ini dan menjadi bagian yang tidak terpisah. Dimensi multikulturalisme ini secara bertahap telah mewarnai PKS," paparnya.
Pariela menegaskan, partai politik seperti PKS tidak beroperasi di ruang yang vakum nilai. Partai politik eksis dan bekerja di dalam masyarakat yang juga syarat nilai. "Sinergitas nilai dapat terwujud bila PKS memiliki basis filosofis dan orientasi yang sesuai dengan nilai yang ada dan berkembang di masyarakat. Saya kira paradigma ini didalami oleh PKS sehingga dinamisasi PKS memperluas akses penerimaan kian bertumbuh," tegasnya.
Menanggapi pandangan Pariela, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Maluku, M Suhfi Majid menyatakan, apa yang dikatakan Pariela sangat berarti untuk menguatkan posisi PKS di tengah masyarakat Maluku yang multikultural. "PKS kian terbuka. Keterbukaan itu niscaya. Sebagai partai politik, masuk dan merangkul berbagai latar belakang adalah keharusan," ujar Suhfi.
Ketua Komisi D DPRD Maluku ini menandaskan, value atau nilai perjuangan yang dibawah oleh kader PKS bersifat universal. "Platform perjuangan PKS bersifat universal. Universalisme nilai ini mengakar dalam keragaman sosial dan budaya dimana PKS juga membangun interaksi harmoni dengan keragaman tersebut," imbuh Suhfi.
Semangat keterbukaan dalam beragam latar belakang kultur di Maluku, lanjut Suhfi, sejalan dengan semangat PKS yang ikut memperkuat kohesivitas sosial dalam masyarakat sebagai partai terbuka. "Saya kira PKS kian menguatkan hubungan sosial dalam masyarakat dan tidak sebaliknya menciptakan jarak sosial dan sebagai partai terbuka kesadaran ini sangat kuat terbangun. Cara berfikir demikian juga niscaya karena PKS ingin menjadi milik semua masyarakat Maluku dengan beragam latar belakang," pungkas Suhfi.
Sumber: Humas PKS Maluku

Post a Comment

 
Top